#41 - the truth

31.9K 2.5K 233
                                        

Kama buruk sekali dalam berbohong. Kebohongan pertamanya adalah menyembunyikan fakta ia dan Mika merayakan tahun baru tidak berdua saja—melainkan juga bersama teman-teman populer Mika pada sang mama saat ia berumur enam belas tahun di Bali. Beberapa hari kemudian, Kama langsung diajak bicara serius oleh kedua orang tuanya dan diberi nasihat tentang betapa buruknya berbohong.

"Whatever the reason, lying is a bad thing, Kamalia. Mama nggak hanya marah karena kamu bohong sama mama. Tapi mama juga marah karena sekarang mama jadi sulit buat percaya sama kamu lagi."

Ucapan sang mama benar-benar membuat Kama tak berani lagi berbohong. Belajar dari pengalaman itu, Kama berusaha untuk jujur. Namun, well, terkadang ada situasi dimana Kama harus menyembunyikan kejujurannya—dan bila itu terjadi, Kama akan menjadi sangat gugup, gelisah, dan terbata-bata. Tentu reaksinya tersebut membuatnya mudah ketahuan.

Ini mungkin menjadi kebohongan kedua yang paling Kama sesali sepanjang hidupnya setelah kebohongan pertamanya. Ia sama sekali tak menduga situasi ini. Kami pikir Ethan belum bicara dengan Mika karena Mika bersikap sulit dan tidak mau bertemu Ethan. Selain itu, Kama juga tidak tahu jika semua keluarga Mika tengah berkumpul. Maksudnya ... bagaimana bisa Kama menduga di saat ia baru datang tadi saja, rumah Mika tampak sepi dan hanya ada pasangan suami istri itu.

Kama sangat malu sampai berharap bisa membuat dirinya menghilang lalu bersembunyi di dalam gua sampai bertahun-tahun lamanya.

Dia harus berkata apa?

Bagaimana cara dirinya menjelaskan kebohongan yang telah ia buat?

Semua orang langsung memandangnya menunggu konfirmasi. Menyadari kepanikkan Kama, Ethan pun langsung mengambil tindakkan. Pria itu menghampiri Kama lalu memegang lembut siku gadis itu dan berkata pada orang-orang. "I want to talk with her first," katanya. "Can you please leave us?"

Mika membuka mulut. Hendak membantah. Namun Ethan sudah lebih dulu memotong. "Mika, Please."

Wanita itu mendesah. Memandang Ethan dan Kama bergantian sebelum mengayunkan kakinya meninggalkan gazebo. Emir dan mamanya tampak ingin tetap di sana untuk mencuri dengar pembicaraan pasangan tersebut—tapi Mika mendorong tubuh keduanya lalu mengeser pintu hingga tertutup.

"It's fine," Ethan sedikit membungkuk, berusaha mempertemukan tatapan mereka karena Kama menunduk. Kedua tangannya mengelus lengan gadis itu. "I'm here. Talk to me, Kamalia."

Kama perlahan-lahan mengangkat wajahnya. Ketika tatapannya bertemu dengan Ethan dan menyadari jarak wajahnya mereka cukup dekat sehingga ia bisa memperhatikan setiap detail fitur wajah pria itu—luapan rindu langsung menyerangnya. Perasaannya yang campur aduk membuat Kama bingung harus melompat bahagia ke dalam pelukkan Ethan atau justru kabur saking malunya ia dengan kebohongan yang ia lakukan.

"Kamalia," Ethan memanggilnya lembut. Satu tangan pria itu berpindah merangkum sebelah wajah Kama. Meskipun berusaha ditutupi, Kama bisa melihat mata Ethan yang tampak lebih berbinar serta senyum kecil di bibir pria itu menunjukkan ia dalam keadaan suasana hati yang luar biasa baik. Berbanding terbalik dengannya. "Everythings gonna be alright. Aku bakal bilang ke keluargaku. Terus setelah itu, aku bicara ke keluarga kamu—"

"Mas," Kama menggeleng begitu menyadari Ethan juga percaya dengan kebohongannya. "I'm not pregnant."

"What?" Ethan mengerjapkan mata. "Tapi tadi kamu bilang—"

"Aku bohong," Kama mengaku. Lalu mendesah kecil sambil menyugar rambut ke belakang. "Oh My God! I messed things up. Aku nggak tahu kamu di sini, aku juga nggak tahu Mas Emir dan orang tua kamu—" Kama berhenti untuk menatap Ethan gusar. "Mas, aku nggak bermaksud bohong buat bikin situasi lebih kacau. Aku pikir Mika menyulitkan kamu. So, aku putusin buat datang ke Bali. Bicara lagi sama Mika supaya kita nggak perlu putus. But—all of sudden, kamu muncul, bareng Mas Emir dan keluarga kamu. Aku sekarang lagi berusaha mencerna situasi ini, dan bingung harus gimana cara jelasin kebohongan aku tadi."

Feel My HeartbreakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang