Ethan memeriksa lagi penampilannya melalui standing mirror di kamar hotel dengan perasaan gelisah.
Ia dan Kama berpisah begitu touchdown Singapura. Kama yang sudah dijemput oleh driver yang dikirim orang tuanya—membuat mereka terpaksa berpisah dan Kama tak dapat menemaninya check in di hotel yang sudah ia booking. Padahal mereka telah membuat rencana makan siang bersama di Orchard Road, mampir ke salah satu restoran favorit Ethan selama pria itu tinggal di Singapura.
Satu tahun tinggal di negara ini, Kama penasaran apa saja yang Ethan lakukan selama di Singapura sendirian. Ethan berkata tidak banyak yang bisa ia lakukan karena ia sibuk bekerja. Namun Kama tetap ingin tahu agar ia bisa mengenal Ethan di momen paling sepi pria itu sekalipun. Namun sepertinya rencana itu harus mereka tunda karena ada urusan yang lebih penting untuk mereka beri atensi.
Kama sepertinya menyadari kegugupan Ethan. Sebab gadis itu tak pernah lupa memberinya kabar. Kama mengirimkan foto shopping-nya di Paragon bersama sang ibu sembari menunggu ayahnya yang sedang meeting dengan klien. Kama juga membagikan foto-foto selfie-nya yang membuat Ethan tersenyum dan terhibur.
Kama paling tahu bagimana cara membuat suasana hati Ethan lebih baik.
Lalu sorenya, Kama pun memberitahu jika mereka akan dinner di Flnt dan meminta Ethan datang.
Ini memang bukan pertemuan terakhirnya dengan kedua orang tua Kama. Jika mereka sedang di Singapura, Ethan selalu berusaha menemui mereka meskipun sebentar. Hanya saja, kehadirannya tidak begitu disambut hangat oleh Erlangga. Terkadang Erlangga tidak repot-repot menyembunyikan ekspresi masamnya sehingga sang istri langsung menyikut perutnya.
Ethan tidak bisa menebak, bagaimana respon Erlangga jika tahu ia dan Kama kembali bersama.
Kama
Mas, dimana?
Aku sama mama papa udah di jalan.
Chat dari Kama membuat Ethan segera memasang jas-nya lalu mengetikkan balasan dengan cepat.
Ethan
I'm going to head out now.
Pria itu lantas keluar dari kamar hotelnya dan turun ke bawah menuju Uber yang sudah ia pesan. Saat masuk ke dalam mobil, ponsel Ethan kembali berdenting. Ia memeriksanya lalu tersenyum.
Kama
*sent picture*
Cantik gak?
Ethan
Always
I can't wait to see you
Ethan memandangi lagi foto selfie Kama yang tersenyum cantik. Gadis itu tampak flawless dan glowing dengan natural makeup-nya. Kama berpose di dalam mobil mengenakan white dress off shlouder yang memperlihatkan keindahan garis tulang selangkanya serta lehernya yang jenjang. Mereka baru beberapa jam tak bertemu, tapi Ethan sudah sangat merindukan Kama.
Mobil berhenti di tempat tujuan. Ethan mengumpulkan semua kepercayaan dirinya dan mengayunkan kaki memasuki hotel lalu naik ke lantai 55 Ion Orchard. Kama mengabarkan mereka sudah sampai dan memberitahu Ethan untuk menyebutkan namanya saja karena memang Kama yang membuat reservasi.
Seorang pria tinggi dengan penampilan rapi mengantarkan Ethan menuju private room. Ethan mengikuti di belakang lalu mengucapkan terima kasih begitu mereka berhenti di depan pintu.
Mengambil napas lalu mengeluarkannya perlahan-lahan lewat mulut, Ethan pun membuat ketukkan, mengabarkan kehadirannya lalu membuka pintu.
Perhatian Ethan langsung tertuju pada Kama yang bangkit berdiri dengan senyum ceria. Dia membalas senyum gadis itu, selama beberapa saat terpesona dengan penampilan Kama yang ternyata lebih cantik dari di foto. Kama menghampirinya, menggandeng lengan Ethan mesra. Kemudian berkata pada orang tuanya yang tampak terkejut—lebih tepatnya Joanna yang membulatkan mata sementara Erlangga mengerutkan kening dengan ekspresi tidak terlalu ramah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Feel My Heartbreak
Romance[Completed] Dua tahun setelah pernikahannya batal dengan Ethan, Kama mendapatkan undangan pernikahan dari Mikaela--sahabat sekaligus adik kandung Ethan--yang akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Nicholas setelah enam tahun mereka berpacaran. Kam...
