#13 - falling behind

46.1K 3K 107
                                        

"Kamalia, what actually happened to you? Gue nggak akan bisa bantu kalau lo nggak cerita apa-apa sama gue, babe."

Ode memandang Kama khawatir bercampur prihatian. Wanita yang sedang bersembunyi di dalam selimut itu menjawab dengan suara lemas dan serak. "I'm okay, De. Cuma agak capek dan pilek aja, kok."

Sepulang dari liburan bersama pacarnya, Ode mendapati Kama mengurung diri di apartemen. Mulanya Ode kira gadis itu memang kelelahan. Meskipun ia penasaran sekali dengan apa yang terjadi di Bali—Ode tak ingin memaksa karena Kama tampak kurang sehat.

Masalahnya, sudah tiga hari berlalu. Kama masih saja menutup diri. Ode kan jadi khawatir. Sikapnya sekarang mengingatkan Ode pada fase gagal menikah yang dialami gadis itu dua tahun lalu.

Ode membuang napas. Memandang ke sekeliling kamar Kama yang berantakan. Sangat jelas Kama tidak hanya sakit secara fisik. Namun juga mental. Ode sudah menghubungi Aren guna mencari tahu apa yang terjadi, tapi pria itu malah balik bertanya dengan cemas. "Kama, kenapa? Dia nggak apa-apa kan, De?! Lo jangan bikin gue panik, dong!"

Daripada Aren malah tidak fokus syuting di Medan, Ode terpaksa berbohong jika Kama badmood karena tamu bulanannya. Lagipula, Kama bisa marah padanya jika Ode memberitahu Aren. Sementara Mika dan Nicholas enggan memberitahu apa yang terjadi. Mereka hanya berpesan agar Ode menemani dan menghibur Kama tanpa menjelaskan apa masalahnya. Tidak hanya bikin Ode makin penasaran, pasangan itu juga membuat Ode stres.

Dia tidak bisa melihat orang murung, energi itu akan menular dan membuat Ode ikutan murung.

Laki-laki kurus itu lantas bangkit berdiri dari tempat tidur Kama. "Gue nggak bisa biarin lo lama-lama gini ya, babe. Kalau lo nggak turun juga dari ranjang lo. Gue bakal telpon tante Joana." Ancam Ode.

Sesuai dugaannya, Kama langsung menyibakkan selimut. "Ode!"

Wajah Kama yang pucat ditambah rambut berantakan sungguh membuat Ode tak suka. Sebelum menjadi manajer Kama, Ode adalah stylist Joanna—ibu Kama. Dia langsung bekerja dengan Joanna setelah lulus SMA. Kemudian ketika Kama akhirnya menunjukkan minat pada dunia influencer, Joanna meminta Ode mendampingi Kama.

Bekerja dengan Kama, sama menyenangkannya ketika ia bekerja dengan sang ibu.

Sejak dulu Kama memang selalu baik pada para staff yang sering dibawa ibunya. Semua orang menyukainya. Termasuk Ode. Setelah menjadi manajer Kama, Ode merasa wajib melindungi wanita itu dari segala hal-hal buruk di luar sana. Termasuk menuntun Kama keluar dari kegalauan dan mengambalikannya lagi ke dunia nyata.

Dan hal itu dimulai dengan membereskan penampilan Kama yang berantakan.

"Kalau gitu, bangun, mandi, dan ganti baju lo," perintah Ode sambil dia berjalan menuju lemari. "Kita party!"

Bahu Kama merosot tak semangat. "Gue nggak mood keluar, De," desahnya sambil menyibak rambut pendek coklatnya ke belakang.

"Setelah kita sampai sana gue yakin lo langsung mood." Ode memilah-milah gaun di dalam lemari. "Gue nggak tahu apa yang terjadi di Bali. Tapi gue yakin ini ada hubungan dengan Ethan." Ujung mata Ode menangkap tubuh Kama yang bergerak tak nyaman ketika nama itu disebut. "Lo nggak perlu cerita kalau lo nggak mau. Tapi jangan halangin gue buat nghibur lo."

Kama membuang napas panjang. Kemudian menengok Ode sambil tersenyum pasrah. "Fine. Tapi gue nggak mau ke kelab."

Ode mengerutkan kening. Kemudian membalikkan badan. Begitu tatapannya bertemu dengan Kama, pria itu mendesah. "Gue udah tua, Kama. Tulang-tulang gue bisa copot lo ajakin main squash!"

Feel My HeartbreakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang