#24 - something just like this

42.1K 2.9K 192
                                        

Kama sama sekali tak berniat bermalam di apartemen Ethan. Well, dia memang sengaja tetap berada di sisi ranjang pria itu ketika Ethan sudah tertidur. Awalnya hanya ingin memandangi wajah Ethan sebentar, lama-kelamaan ia tanpa sadar malah jatuh terlelap.

Aktivitasnya memang cukup padat kemarin, pagi-pagi Kama sudah ke yayasan guna meeting soal kunjungan ke NTT. Kemudian siangnya Kama menghadiri event skincare dari salah satu influencer yang ia kenal, dan sorenya dia ke kantor Kam's membahas peluncuran brand baru karena Mbak Molly yang ternyata telah membuat desain semasa cutinya.

Terbangun di sebelah pria itu membuat Kama nyaris berteriak. Dia ingat dengan jelas kalau dirinya masih duduk di samping ranjang Ethan semalam. Dia juga tidak merasa pernah menggerakkan tubuhnya menaiki tempat tidur hingga posisinya segera berubah berbaring berhadapan dengan Ethan. Jarak mereka begitu dekat. Kama bahkan bisa melihat five o'clock shadow pria itu. Aromanya pun menggelitik indera penciuman Kama.

Tidak hanya itu, lengan kekar Ethan melingkar di pinggangnya—begitu pas dan tegas. Mendadak Kama kembali merasakan euforia akan masa-masa kebahagiaan yang pernah ia lalui dengan Ethan. Posisi ini terasa tidak salah meskipun mereka tak seharusnya begini. Terlebih perasaan nyaman yang timbul membuat Kama dilema.

Apa dia bisa mengambil keputusan dengan realistis jika pengaruh Ethan masih sebesar ini pada dirinya?

Menghindari suasana canggung yang akan timbul jika Kama tak beranjak sebelum Ethan terbangun—gadis itu berhati-hati menyingkirkan tangan Ethan di pinggangnya. Untungnya Ethan tertidur cukup nyenyak sehingga apa yang Kama lakukan tak membuatnya terbangun.

Kama turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar Ethan. Sebelum pergi, gadis itu mamanaskan bubur untuk pria itu lalu meninggalkan notes di sampingnya.

Get well soon, Mas Ethan : )

***

"That would be perfect. I think we can use that method."

Ethan mengangguk. Menyapu telapak tangan di dagunya dengan tatapan mengarah pada iPad yang menampilkan data analitik yang berguna dalam memahami perilaku pelangganan. "Then, you and your team can join the meeting tommorrow. So that we give each other feedback to shorten the time."

Amar mengangguk yang membuat mereka mengakhiri meeting itu. Ethan tidak langsung keluar dari ruang meeting. Dia membuka ponselnya dan mengirimkan chat pada Kama. Sesuatu yang belakangan rajin ia lakukan.

Ethan
lagi ngapain?
want to have lunch with me?

Butuh waktu lima belas menit untuk Ethan mendapatkan balasan.

Kama
sorry
I already have plans with my parents.

Ethan
great!
can i join?

Pesan Ethan sudah dibaca, tapi tampaknya pertanyaan Ethan membuat Kama berpikir sangat keras. Pria itu mengetuk-ngetuk meja dengan telunjuk. Jantungnya mendadak berdegup kencang menanti balasan Kama.

Kama
I think it's better another time

Well, Ethan sudah menduga.

Ethan
okay
I have time for another lunch with your parents : )

Satu bulan berlalu setelah Kama merawatnya sakit. Ethan mengakui ia agak kecewa mendapati Kama tak ada di sebelahnya begitu terbangun. Namun sarapan dan pesan yang gadis itu tinggalkan langsung mengobati rasa kecewanya. Setidaknya Kama sudah tidak begitu defensif lagi padanya. Hal itu juga meyakinkan Ethan jika Kama bersungguh-sungguh ingin memberinya kesempatan. Dan Ethan tak akan menyia-nyiakannya.

Feel My HeartbreakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang