Tiga minggu berlalu dan Kama merasa dunianya kembali kelabu seperti dua tahun yang lalu. Meskipun kali ini perpisahannya dengan Ethan diakhiri dengan cara baik-baik—tetap saja, rasa sakitnya sama sekali tak berbeda. Wajah Ethan yang pucat serta bagaimana pria itu berusaha menahan tangis—dan ujung-ujung menangis juga membuat Kama tak tega.
Kama hampir saja menyerah dan membatalkan kesepakatannya dengan Mika. Sulit sekali melihat orang yang ia sayangi menangis. Terlebih lagi untuk Ethan yang tak pernah melakukannya secara sadar di depannya. Pria itu tampak begitu rapuh, tak berdaya, dan kehilangan arah. Kata-katanya masih terekam jelas dalam ingatan Kama.
Ketegaran Ethan malah menunjukkan betapa tak berdaya dia.
Mungkin orang lain melihat Ethan belum cukup berusaha memperbaiki keadaan dua tahun yang lalu. Namun bagi Kama apa yang Ethan lakukan sudah cukup. Sebut dirinya terlalu lembek dan mudah mengasahani—hanya saja, untuk apa sebuah pembuktian jika hal itu hanya menyakiti mereka berdua?
"Gue rasa Mika ada benarnya," suara Ode menarik Kama dari lamunan. Gadis itu yang tengah tidur-tiduran di sofa kantor menoleh lemas. "Ethan nggak bisa hanya menyelesaikan masalahnya dengan lo tapi nggak dengan keluarganya."
"Tapi kenapa harus dengan putus sama gue, De?" sahut Kama lemas. Mika memang memberinya lampu hijau dengan syarat Kama harus memutuskan Ethan terlebih dahulu. Sebelumnya Kama pikir rasanya tak akan sesakit ini. Toh, ia dan Ethan sudah pernah berpisah. Ternyata perpisahan tetap saja menyakitkan meskipun ia sudah pernah mengalaminya.
"Karena kalau ada lo, Ethan nggak peduli yang lain." Terang Ode yang selalu bisa melihat masalah dari sudut pandang yang realistis tanpa meng-judge. "Memang bagus dia merasa cukup sama kehadiran lo. Tapi tetap aja, kalau dia serius sama lo, dia akan memperbaiki semuanya. Termasuk hubungan buruk dengan bokapnya. Menangani kekecewaan dan kemarahan Emir dan Mika sama dia. Dia nggak akan bisa membangun keluarga kalau nggak bisa menyelesaikan masalah keluarganya sendiri."
Kama menghela napas berat. Semakin erat memeluk boneka teddy bear yang dimenangkan Ethan ketika mereka bermain di timezone dua tahun yang lalu.
Salah satu yang Kama sukai dari sifat ambisius Ethan adalah pria itu akan mengusahakan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia mau.
Meskipun Ethan hampir menghabiskan uang lebih dari satu juta hanya untuk sebuah boneka teddy bear—pria itu tetap saja tersenyum dan merasa bangga. "Karena kamu suka makanya aku nggak mau nyerah. Especially, boneka itu bikin aku bisa ngeliat senyum Kama. Your smile is worth all my efforts."
Dan Kama yakin, Ethan juga akan melakukan yang sama untuk dirinya sekarang. Kata-kata yang pria itu ucapkan sangat bisa dipercaya karena Kama tahu Ethan akan bersungguh-sungguh berjuang untuknya.
"I miss him," gumam Kama sembari menatap menatap boneka teddy bear yang ia peluk. "I miss him so much, De."
"Kalian kan satu gedung apartemen. Memang nggak pernah gitu accidently ketemu?"
Kama menggeleng sedih. "Gue udah janji sama Mika buat menghindar dari Mas Ethan dulu. Gue rasa Mas Ethan juga berusaha meminimalisir pertemuan kami. Gue nggak tahu gimana kabar Mas Ethan sekarang ... dan itu bikin gue nggak bisa tidur. I can't stop thinking about him."
"Dia bilang akan berjuang buat lo, kan? Just wait and see ... gue yakin semua akan berakhir dengan bahagia kok."
"Yeah, I wish," ucap Kama sambil menghela napas berat.
***
Semua jadi terasa begitu sulit karena Ethan tinggal hanya beberapa lantai dari unit apartemennya. Berjuta kali Kama memiliki pemikiran untuk keluar dari kamarnya menaiki lift lalu menerobos masuk ke unit apartemen Ethan lalu memeluk pria itu erat dan mengatakan betapa ia tak ingin berpisah dengannya. Kama mungkin akan kembali menangis tersedu-sedu. Meminta maaf karena membebankan semuanya pada Ethan di saat ia juga ikut ambil bagian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Feel My Heartbreak
Romance[Completed] Dua tahun setelah pernikahannya batal dengan Ethan, Kama mendapatkan undangan pernikahan dari Mikaela--sahabat sekaligus adik kandung Ethan--yang akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Nicholas setelah enam tahun mereka berpacaran. Kam...
