32. Hangout with Gang

26K 2.3K 656
                                        

🦋🦋🦋

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🦋🦋🦋

Sayup-sayup sebuah percakapan lewat telepon terdengar dengan nyaring yang berasal dari sebuah ruangan luas bercat monokrom dengan mainan-mainan yang berserakan di lantai. Sang empu pemilik kamar tampak berbaring telungkup, asyik berceloteh di depan layar ponselnya yang menampilkan wajah kelima teman-temannya.

Hari masih terlalu pagi untuk bangun, kicauan burung yang biasanya bertengger manis di balkon kamar mendadak hening. Lagipula cuaca di luar sedang tidak bersahabat, sejak tengah malam tadi hujan turun dengan sangat deras menghantarkan hawa dingin menyengat sampai ke tulang-tulang.

"Anti kalau ujan na leda, Ifin jemput na. Kita main cama-cama."

"Mam banak-banak kan Ifin?"

"Pelut Imo kalet! Macak cedikit-cedikit mam!" Cerca Miya sebal.

"Tapa acal Imo ganteng." Ujar Timo percaya diri.

Kai terdiam menyaksikan keributan dua temannya. Anak itu hanya fokus ke arah layar yang menunjukkan username Izza yang hanya menampilkan layar hitam saja tanpa memperlihatkan wajah sang pemilik.

Bibir Kai langsung manyun menyadari kalau Izza ternyata masih ngambek perihal perkataannya kemarin soal panda goreng. "Padahal tan Kai cuma nanya ja, tenapa Ica malah?" Pikirnya heran.

"Ica, Kai puna tas panda, anti Kai kasih na. Angan malah-malah sama Kakai." Ucap Kai lirih. Seketika layar hitam itu berganti dalam sekejap dengan wajah Izza yang full menghadap layar.

Senyum sumringah tak bisa di enyahkan dari wajah imutnya, "Lili? Woahh ote Ica nda malah lagi. Lain kali nda boleh gitu na, macak panda na Ica di goleng."

Griffin sontak tertawa diikuti Kana, dua temannya itu benar-benar lucu. Izza juga sangat manis, niatnya sih ngambek, tapi saat mendengar tas panda marahnya langsung lenyap.

Kai mengangguk, sesaat anak itu turun dari ranjang membiarkan ponselnya tergeletak di ranjang. Kai kembali datang membawa tas panda lucu yang akan dia berikan pada Izza nanti.

"TALAAAAA!! Lutu kan? Ica nang manis cocok pakai ni." Girang Kai heboh.

Di seberang sana Izza tak kalah heboh, anak itu bahkan meloncat-loncat girang di atas kasur hingga terdengar suara geraman panda miliknya yang mungkin khawatir dengan Izza yang meloncat di kasur.

"Cemoga hujan na leda, bocan tauk Imo di lumah." Ujar Timo kemudian mengarahkan kamera ke sekeliling kamarnya yang tertata rapi lengkap dengan satu komputer gaming di sebelah tempat tidurnya.

"Woaaahhh komputel balu!" Seru Kana membuat Timo merotasikan matanya malas.

"Kan Imo dah celita temalin, ni komputel balu dali Neu Jelse kalo nda calah." Timo tidak bermaksud pamer, anak itu tahu dengan jelas kesukaan mereka itu berbeda-beda. Lagipula kan teman-temannya tak jauh kaya dari keluarganya.

KAI [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang