Sky & butterfly || 19. Bendera perang

7.4K 699 24
                                        

Author pov

Teman teman nanon masih mengelilingi nanon yang tengah duduk di ranjangnya. Mereka tengah berbincang serius setelah dia memastikan bahwa para orang tua sedanh sibuk dengan dunia mereka di sofa sana. Beby berada di kamar mandi, gadis itu meminta izin untuk pergi ke toilet untuk pipis. Ini kesempatan nanon untuk bicara dengan teman temannya selagi tak ada sesiapapun selain mereka.

"Aku ingin kalian melakukan sesuatu pda mereka" ujar nanon membuat mereka menatap nanon serius. "Rasa sakit hati aku belum usai... lakukan sesuatu untukku" katanya dan jelas itu menyenangkan bagi teman temannya. Itu yanh akan mereka lakukan unruk membalas dendam teman mereka.

"Jelas.. kami akan melakukannya bahkan tanpa kau suruh" haruto berkata dsn mereka menyeringai bersama. Ini adalah waktu yang tepat untuk mereka membalaskan apa yang sudah terjadi.

"Bagus, hanya kita yang tau ok?" Nanon berkata dan mereka mengangguk bersamaan.

Tak lama kemudian beby keluar dari kamar mandi dan menghampiri mereka lagi. Nanon tersenyum ke arah gadis itu, entah kenapa perasaannya sangat bahagia gadisnya itu disini.

"Sudah?" Tanya nanon dan gadis itu menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

Nanon menepuk kembali ruang kosong di sisinya agar beby bisa duduk di sana. Rasanya dia ingin terus berada di dekat gadis itu yang nyaman.

Tak lama kemudian, pintu ruangannya terbuka lagi mendapati yeri datang untuk menjenguk nanon. Tentu semua mata tertuju pada gadis itu sekrang yang sedang menatap mereka malu. Jelas, tatapan mereka bahkan seolah tak menyambutnya.

"Unnie!!!" Aleyna berlari ke arah yeri kemudian memeluk kakinya. Yeri tersenyum pada adik kecilnya dan mengusap kepalanya unruk menyuruhnya kembali bermain karna dia akan memeriksa nanon.

"Kembali bermain please? Unnie ingin menemui nanon unnie" katanya dan Aleyna menganggukan kepalanya dan berbalik kembali bermain.

Kemudian, yeri menatap nanon yanh berada di ranjangnya bersama teman temannya. Teman teman nanon memberi ruang pada yeri, sebanyak mereka kesal pada gadis itu mereka harus tetap menghormati yeri sebagai sahabat nanon.

Beby juga, dia turun dari ranjang nanon dan berdiri tepat di samping nanon. Dia akan pergi sampai nanon menahan tangannya dan menyuruhnya tetap di sisinya.

"Hay... Bagaiamana keadaanmu? Sudah baik baik saja?" Tanya yeri dan nanon berushaa semaksimal mungkin unruk menjaga diri agar dia bisa menghargai gadis itu.

"Aku baik.." katanya dan yeri tersenyum kemudian, matanya melirik ke tangan nanon yang sedang mengenggam tangan beby. "Kau kesini?" Tanya nanon dingin membuat yeri terintimidasi.

"Eum.. ya.. aku ingin menjengukmu.. ku dengar kau sakit, jadi aku segers kesini" katanya dan nanon memgangguk anggukan kepalanya.

Sejujurnya, yeri ingin bicara dengannya untuk menjelaskan segalanya pada nanon akan tetapi Teman teman nanon disini bersama gadis itu membuat dia tak leluasa dengan ruangnya.

"Eum... nanon... a-aku.... Aku ingin bicara denganmu.. aku... hanya... ya ingin menjelaskan sesuatu" katanya dan nanon terdiam menatapi yeri.

Bright menepuk bahu teman temannya dan menyuruh mereka untuk bergabung dengan lisa dan yang lainnya untuk memberi mereka ruang. Mereka mengerti dan berbalik untuk pergi meninggalkan sekitaran ranjang nanon.

"Kalau begitu.. aku kesana dulu ne" beby berkata dan nanon menahan tangannya. Dia tidak akan membiarkan gadis itu pergi.

"Tetap disini.." perintahnya tanpa mengatakan apapun lagi pada beby, menggenggam kuat tangan gadis itu seolah tak membiarkannya pergi.

Sky & butterfly Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang