34. Sad for my heart

5.9K 733 36
                                        

Author pov

Jennie, tiba di rumah lisa karna dia ingin menemui atasa dan lisa di rumahnya. Dia sangat Merindukan lisa dan juga atasa, jadi dia nekat untuk menemui keduanya di rumah lisa.

"Aku datang!!" Jennie masuk ke dalam akan tetapi tidak ada siapapun disana. Dimana keduanya? Mengapa rumah tampak sepi?.

"Honey? Atasa?" Panggilnya dan tak ada jawaban apapun dari dalam. Mungkinkah mereka pergi? Oh mungkin saja... karna jennie datang tidak memberitahu mereka.

Ok sebelum keduanya pulang, jennie akan menyiapkan sesuatu untuk mereka. dia akan membuatkan makanan untuk keduanya sebelum mereka pulang.

Jennie sangat bersemangat untuk membuatkan makanan di dapur. Dia ingin memberi kejutan untuk keduanya.


Beberapa lama, dan jennie selesai membuatkan kue coklat untuk keduanya.  Tak sabar menunggu bagaimana lisa dan atasa akan mencobanya.

Tak lama, jennie mendengar suara mobil terparkir di depan, dia sangat yakin itu adalah lisa yang baru saja tiba.

"Dada pulang!!" Lisa berkata masuk ke dalam jennie berlari kecil untuk menyambutnya.

"Honeyyy!!!" Jennie segers menjatuhkan tubuhnya ke pelukan lisa dan memeluknya sambil tersenym lebar.

"Loh? Hon? Kamu disini? Sedang apa?" Tanya lisa bingung karna jennie tiba Tiba ada dirumah ya.

Jennie mengerutkan dahinya menatap lisa yang tampak bingung ke arahnya. "Yah! Kenapa memangnya? Aku tak boleh disini menemuimu?" Tanyanya dan bukan begitu... hanya saja dia bingung tiba tiba jennie datang.

"Bukan begitu sayang... tentu kamu boleh, tapi.. hanya saja kenapa tidak memberitahuku hm?" Tanyanya dan jennie terkikik menggesekkan hidungnya di hidung lisa.

"Surprise daddy.. aku sengaja datang karna ingin memberi kamu dan atasa kejutan. Aku merindukan atasa dan aku pikir dia disini? Ternyata dia tak ada.." katanya cemberut mempoutkan bibirnya.

"Dia akan kembali sebentar lagi.. aku yakin" lisa berkata dan jennie terkikik melepaskan pelukannya.

"Ngomong ngomong... kamu darimana?" Tanya jennie dan lisa tersenyum ke arahnya. Oh dia sedang merasa senang dan bangga karna tadi melihat sang putri memenangkan pertandingan basket ya.

"Aku dari sekolah nanon.." katanya dan itu membuat jennie terkjut. Dia menatap lisa bingung.

"Sekolah nanon? Apa yang kamu lakukan? Apa nanon membuat ulah? Kamu tak apa apa kan?" Jennie memeriksa lisa, dia hanya takut nanon menghajar dadanya.

"Tidak sayang.. dia baik baik saja. Aku datang ke sekolah nanon karna aku menyumbangkan sebagaian danaku di sekolah anak kita.. itu cukup bagus karna aku jika bisa mengawasi anak kita" katanya dan jennie terdiam memandanginya.

"Kamu tau? Aku merasa bangga pada putri kedua Kita... tadi, aku tak sengaja melihat dia sedang bertanding basket di sekolahnya dan dia memenangkan itu bersama teman temannya.. kepala sekolah juga bilang bahwa nanon sering sekali membawa penghargaan untuk sekolah mereka di bidang basket.. Ahh.. aku sangat bangga pada putriku Hon" lisa terkikik bahagia tapi jennie justru masih terdiam mematung memandangi lisa. Sungguh? Bahkan jennie tidak tau soal itu.

Anaknya berprestasi di sekolah tapi dia tidak pernah tau? Jennie tak pernah tau karna dia jarang mendengar cerita tentang anak itu di sekolah. Hubungan mereka sangat renggang dan hancur karna jennie sibuk dengan dunia nya sendiri.. dia merasa gagal.

"Sayang? Kenapa?" Tanyanya dan jennie tersadar dari lamunannya.

"Tak apa.. aku hanya spechles mendengarnya.. aku tak pernah tau anak itu suka basket" katanya dan kini lisa yang terdiam memandangi jennie.

Sky & butterfly Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang