Author pov
Pagi yang indah untuk melakukan aktifitas camping.
Semua murid SMA serim tengah berkumpul untuk menaiki bis yang akan berangkat ke tempat camping mereka.
Nanon dan kawanannya sudah tiba bersama murid murid yang lain. Yeri juga sudah ada disana karna dia berangkat bersama nanon sebelumnya.
"Anak anak! Ayo masukan barang kalian ke dalam mobil!" Guru pembimbing mereka berkata.
Nanon dan teman temannya memanggil win untuk meminta bantuan meletakan tas mereka ke dalam bagasi mobil bus.
"Hey win! Kemarilah!" Nanon berkata dan pemuda berkacamata itu mendekati nanon dan teman temannya. Nanon melepaskan tasnya dan memberikannya pada win.
"Bawakan ini! Masukan ke dalam bus" perintahnya kemudian win mendapat banyak tumpukan tas sampai dia hanpir kehilangan penglihatan jalan.
Win tidak dapat memprotes atau nanon akan berbuat sesuatu pdanya.
Tak lama yeri datang bersama teman temannya, mereka baru saja membeli roti coklat sebagai sarapan pagi mereka untuk di perjalanan. Nanon mendekati pujaan hatinya itu untuk menawarkan bantuan.
"Pagi cantik ku.." sapanya pada yeri. "Ingin ku bantu membawakan tas mu?" Tanyanya dan yeri sempat menolak sampai anak itu memaksanya.
"Tak perlu nanon aku_"
"Sudah! Biar ku bawakan! Kamu tidak boleh lelah" katanya dan nanon memaksa untuk mengambilkan tas yeri. "Pergilah berbaris! Biar ini jadi urusanku" katanya dan yeri tersenyum kemudian memukul pelan tangan nanon dan pergi sesuai perintahnya.
Sementara itu..
Beby dan teman temannya juga baru saja tiba di tempat berkumpul keberangkatan camping. Beby melihat win tengah kesulitan membawa tas tas nya dan bahkan hampir jatuh karna tak dapat melihat jalan.
"Guys.. sebentar" dia berkata dan mendekati win yang sedang menuju bagasi mobil. "Win? Biar ku bantu" katanya dan dia membantu win untuk memgambil beberapa tas untuk di masukan ke dalam bagasi mobil.
"Ah tak perlu repot repot Beb.. aku baik baik saja" katanya dan beby tetap akan melakukannya.
Beby tau ini pasti bukan tas milik win semua, tapi? Siapa yanh melalkukan ini? Oh dia tau siapa pelakunya.
"Tak apa. Win? Katakan padaku siapa yanh melakukan ini? Aku yakin ini bukan milikmu semua" katanya dan win hanya terdiam takut disana. Dia bahkan tak dapat membantah apapun dengan perintah nanon.
Tak lama kemudian nanon datang ke arah win dan melempar tas yeri ke arah win yang membuat win hampir terjungkal karna kaget.
"Sekalian ya win.. thanks" katanya dan itu membuat beby menatapnya tajam. Oh bisa bisanya dia melakukan hal itu? Itu terlalu kejam.
"Yah!" Beby berteriak dan seketika itu pula nanon berhenti dan berbalik. Oh gadis itu? Dia disini?.
Beby mendekati nanon dan seolah dia marah dengan apa yang nanon lakukan barusan pada win. "Keterlaluan! Kau pikir kau ini siapa huh?! Apa kau tidak bisa menggunakan tanganmu huh?! Lakukan itu sendiri bisa kan?!" Katanya tajam di depan wajah nanon.
Nanon mengukir smirk kecil di bibirnya dan apa yang gadis ini katakan? Untuk apa ada win jika dia harus mengerjakan segalanya sendirian?.
"Jika aku tak mau bagaiaman? Lagipula.. win juga tak masalah, ya kan win?" Nanon berkata pada win dan win terpaksa mengangguk agar masalah tak menjadi panjang.
"See? Kalau begitu aku permisi" nanon berkata dan berbalik untuk meninggalkan gadis itu sampai gadis itu menarik kerah belakang bajunya yang membuat nanon tertarik kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sky & butterfly
FanfictionPerceraian jennie dan lisa 17 tahun silam membuat kedua anak mereka harus di korbankan secara mental dan bantin. Perpisahan keduanya membuat luka satu sama lain yang masih membekas hingga 17 tahun kemudian. Dan ajaibnya, takdir mempertemukan kedua...
