Sky & butterfly ||13. I'm promise with you

9.3K 715 25
                                        

Author pov

Yeri dan atasa baru saja selesai membeli buku yang mereka butuhkan. Keduanya keluar dari toko buku bersama. Mereka sudah tampak akrab bersama dan saling tak sungkan untuk bersenda gurau disana.

"Atasa? Terima kasih ne.. sudah membantuku mencarikan buku untukku.." yeri berkata tersenyum malu Malu.

Atasa tersenyum dan itu tak masalah baginya, toh juga yeri sudah membantunya untuk mendapatkan tempat seminarnya.

Atasa memiliki program untuk memberikan seminar edukasi tentang bahayanya narkotika. Itu adalah salah satu tujuannya agar dia bisa memiliki hal yang positif dalam hidupnya. Setidaknya, waktu luangnya tak sia sia dan terbuang begitu saja.

"Sama sama yeri.. dan aku juga berterima kasih kau sudah membantuku mendapatkan tempat seminar" katanya dan yeri terkekeh sambil menundukan wajahnya malu malu.

"Ah tak usah berlebihan.. aku Hanya membantu saja" yeri berkata sambil tersenyum senyum dan atasa terkekeh disana.

"Ngomong ngomong.. kau pulang dengan siapa?" Tanya atasa dan yeri menatapnya. Oh mungkin dia akan pulang dengan bus atau taksi. Appa nya sibuk, dan nanon? Anak itu bahkan sudah tak mau perduli lagi padanya. Huh... sejak dia menolak anak itu, nanon jadi lebih berjarak padanya. Biasanya mereka akan pergi ke sekolah bersama tapi kali ini? Nanon membiarkannya dan bahkan tidak memghampirinya ke rumah.

"Aku mungkin akan naik taksi atau bus" katanya dan atasa mengangguk anggukan kepalanya.

"Oh kalau begitu nanti hati hati di jalan ne.. sudah malam... takut sesuatu terjadi nanti" katanya dan yeri hampir memerah sepetti tomat sekarang. Mengapa jtu sangat manis sekali? Astaga.. yeri ingin meledak rasanya.

Sementara itu...

Nanon dan kawanannya sampai di sebuah toko buku yang sama dengan yer dan atasa berada. Bukan, bukan untuk membeli buku. Tapi hadiah yang ingin nanon beli untuk seseorang yang spesial baginya. Dia tidak mengerti bagaimana dan apa yang perlu dia beli untuk hadiah seorang gadis, itu sebabnya dia mengajak teman temannya agar dia bisa mencari hadiah yang tepat.

"Yah! Kau mengajak kami ke toko buku? Serius? Tumben? Apa kau akan membeli buku?" Junkyu berkata ketika mereka semua membuka helm mereka.

"Aish! Aku tak membeli buku!" Nanon berkata menatap kesal teman temannya.

"Lalu?"

"Hadiah, aku ingin membeli hadiah untuk seorang gadis.. aku tak tau hadiah apa yang perlu aku beli itu sebabnya bantu aku guys" katanya dan mereka sekarang menatap nanon seolah menggodanya.

"Wah... seprtinya nanon kita benar sedang jatuh cinta? Siapa gadis itu? Yeri? Atau..." ryujin menatap temannya yang lain.

"Beby hahahaha" mereka serempak berkata saling tertawa seolah menggoda nanon disana.

Nanon hanya tersenyum malu Malu dan ya.. sebenarnya dia ingin membeli hadiah untuk gadis itu. Hanya.. ya sesuatu yang bisa dia berikan pada gadis itu.

Saat mereka tengah berbincang dan memikirkan apa yang perlu di beli? Tiba Tiba, bright melihat yeri dan atasa tak sengaja tengah berdua di halaman toko buku.

Matanya terkunci dan segera memberitahu nanon dan teman temannya. "Guys! Lihat itu" dia menepuk bahu yanh lain dan menunjuk ke tempat dimana atasa dan yeri berada.

Semua nya menoleh, menatap kemana bright menujuk sesuatu. Nanon ikut menoleh dan matanya membulat ketika dia melihat sahabatnya bersama musuh abadinya disana. Apa yang sedang mereka lakukan? Kenapa mereka bahkan tampak akrab bersama? Astaga! Tiba tiba nanon terbakar! Dia tidak akan membiarkan yeri berada di sisi atasa.

Sky & butterfly Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang