Author pov
Nanon, sudah berada di sekolahnya. Setelah sampai di sekolah, dia memutuskan untuk bersama teman teman sekelompok nya.
Sebelum waktunya masuk ke kelas, nanon dan teman temannya akan menyempatkan waktu untuk pergi ke kantin. Jelas... tentu saja... mereka akan melakukan sesuatu disana. Seperti pagi yang kurang indah jika dia tidak melakukan kenakalannya di pagi hari ini.
Nanon menghisap permen lolipopnya dan berjalan di tengah tengah layaknya dia adalah penguasa sekolah. Semua memandangnya, karna.. siapa yang tak tau dia? Anak nakal pembuat onar yang selalu di kagumi oleh gadis di sekolah itu. Mereka seolah terhipnotis dengan keindahan wajah nanon yang sempurna.
"Chagiya!!"
"Sayangku!!"
"Oh my gosh!!"
Itu lah yang selalu di katakan mereka ketika kelompok anak nakal itu lewat. Ya ampun... tidak bisa di pungkiri pesona seorang manoban yang tak ada tandingannya.
Nanon dan kawanannya sampai di kantin, sebelum itu.. dia melihat targetnya tengah duduk di tengah bagian kantin. Nanon menyeringai, dan segera mendekatinya untuk melancarkan aksi kenakalannya.
Puk!
Nanon menepuk bahu anak itu sebelum dia mengatakan sesuatu padanya. "Pagi iwin..." sapanya tersenyum licik ke arah pemuda lugu itu.
"Iwin sedang apa? Woah... sepertinya iwin kita membawa bekalnya lagi guys.." nanon berkata mengejeknya dan di iringi tawa oleh teman-temannya.
Nanon mengambil kotak bekal win dan melihat isi kotak bekal win. "Ommo! Lucunya... liat isi bekal win.. di desain seperti micky mouse hahaha" nanon menertawakannya seolah mengejeknya.
Nanon meletakan kembali kotak bekal win dan mencodongkan tubuhnya ke arah win. "Win.. win... apa kau hanya membawa bekal hanya untuk dirimu sendiri? Apa kau tak sayang padaku? Kenapa aku tak di bawakan win? Wae? Wae?" Nanon berakting sedih seolah dia merasa ter khianati.
"Ah n-nanon.. maaf.. n-nanti aku bawakan untukmu" win berkata dan nanon menatapnya sebentar kemudian kembali tertawa menertawakan win.
"Tak perlu iwin.. aku juga tak mau makan makanan mu yang lucu itu.." katanya dan dia mempuk puk kepala win.
Nanon merangkulkan tangannya di bahu win dan seolah dia menganggap win adalah sahabat karibnya. "Jadi win yang lucu? Apakah kau ingin melakukan sesuatu? Kami lapar... bisakah kau pesankan kami makanan di sana? Tolong ya win.. kami lapar" katanya dan teman teman nanon ikut duduk di kursi tepat di samping dan depan win.
"T-tapi.. a-aku.. ingin makan nanon.. aku belum sarapan" win berkata sambil menundukan wajahnya.
"Apa Aku perduli kau lapar? Aku juga lapar! Apa kau ingin melihat aku kelaparan? Tolong lah win.. aku tak bisa kelaparan.. jika aku kelaparan.. maka aku bisa menjadi buas dan menggigiti kulitmu.." katanya dengan tangan yang menarik rambut iwin perlahan dengan kejam.
Nanon berbisik di bahu win. "Ayolah iwin.. ambilkan kami makanan" katanya dan iwin mengangguk cepat.
Iwin dengan rasa ketakutan segera menuju ke tempat dimana dia bisa memesankan makanan untuk nanon dan teman temannya.
Nanon tertawa puas bersama teman temannya menyaksikan win, boneka suruhannya berhasil dia jadikan budak.
Beberapa lama, iwin dalam kesulitan membawa makanan dan minuman untuk nanon dan kawanannya.
"Iwin!! Ayolah cepat!! Kami lapar!!" Teriak haruto yang menyuruh win segera membawa makanannya untuk mereka.
"Yah! Bergerak lah cepat!!" Junkyu ikut menambahkan membuat win kehilangan keseimbangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sky & butterfly
Fiksi PenggemarPerceraian jennie dan lisa 17 tahun silam membuat kedua anak mereka harus di korbankan secara mental dan bantin. Perpisahan keduanya membuat luka satu sama lain yang masih membekas hingga 17 tahun kemudian. Dan ajaibnya, takdir mempertemukan kedua...
