KAIDAR; FORTY SEVEN

3K 92 25
                                        

--ENJOY YEOROBUN--

***

-tandai jika ada typo!

--Happy Reading--

~o0o~

Sungguh bosan, tak ada yang bisa Kaili lakukan selain duduk diruang tamu sambil mengotak-atik telepon genggamnya. Tak ada kegiatan lain yang ia lakukan di apartemen milik Darrel ini. Sedari tadi ia hanya menscroll akun sosmed miliknya.

Sementara pemilik apartemen ini sudah hampir sejam tak kunjung keluar dari kamar. Entah apa yang laki-laki itu lakukan didalam sana.

Kaili beranjak kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar Darrel, ia membuka pintu itu dan mendapati Darrel yang tengah duduk di ranjangnya dengan sebuah laptop di pangkuannya.

"Ngapain lo dari tadi?"

Darrel melirik Kaili sekilas kemudian kembali menatap layar laptop yang ada dipangkuannya. Tangannya sibuk mengetik sesuatu disana.

"Gak ngapa-ngapain."

Kaili ikut mendudukkan diri di kasur, "terus itu tangan ngapain? Sibuk banget kayaknya."

Menghentikan ketikannya, Darrel menutup dan meletakkan laptop itu di atas ranjang lalu memutar tubuhnya menghadap Kaili, "kenapa, hm?"

"Bosen."

"Terus mau apa?"

Kaili memutar bola matanya malas. Sungguh, apa laki-laki ini tak paham dengan kata bosan?

"Ya ngapain kek, kalo gini mending tadi sekolah. Gak ada juga yang bisa gue lakuin disini!"

Darrel beralih meletakkan laptop miliknya di atas nakas.

"Eh.. eh!" Kaili tersentak tiba-tiba saat Darrel menariknya untuk duduk dipangkuannya. Darrel melingkarkan tangannya di pinggang ramping Kaili, ia menatap lekat wajah cantik gadis yang duduk dipangkuannya itu.

"Lo—" ucapan Kaili terhenti karena tangan Darrel kini memeluknya erat, bahkan laki-laki itu menenggelamkan wajahnya di celeruk leher Kaili. Tubuh Kaili kembali membeku setiap kali Darrel bersikap seperti itu padanya. Lagi dan lagi laki-laki itu membuat Kaili frustasi dengan sikapnya.

"Lo udah ada rasa sama gue?" bisiknya seraya mengendus aroma wangi di tubuh Kaili.

Deg!

Tiba-tiba lidah Kaili kaku, ia tak bisa menjawab pertanyaan yang terlontar dari mulut Darrel.

Hening, sebelum Kaili bersuara.
"Gu—e gak ada rasa sama lo."

Darrel menjauhkan wajahnya dari leher Kaili tapi tak melepas tangannya yang melingkar erat dipingang Kaili.

"Bukan gak ada, tapi belum ada."

"Terserah. Sekarang lepasin gue!"

Ia menggeleng kemudian kembali menenggelamkan wajahnya di leher Kaili, "gak. Gue udah terlanjur nyaman."

****

Hari sudah pukul setengah lima sore namun anak-anak REXOLIUS masih betah duduk berlama-lama di basecamp mereka. Sepulang sekolah tadi Finn dan yang lain mampir ke basecamp hingga sekarang mereka enggan untuk beranjak dari sana, bahkan basecamp semakin ramai dengan kedatangan anggota dari sekolah lain yang juga tengah malas pulang ke rumah mereka.

Mereka semua melakukan kesibukan masing-masing, ada yang merokok, bermain kartu, bahkan bernyanyi membuang kesunyian di sore hari.

Jreng~ jemari lentik Kenzo mulai memainkan gitarnya.

KAIDAR: Bad Couple!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang