"kenapa tidak mengabari ku dulu kalau kau akan datang, dad" kata alex.
"memang anak yang tidak tau di untung, sudah tidak kasi tau kalau baby sudah ketemu, masih sempat sempat nya kau bertanya seperti itu?" tekan abraham memakai nada dingin.
"dan virgo, kau juga sudah tau kalau baby sudah ketemu hah?" abraham menatap tajam virgo.
saat mereka sedang adu bacot, mereka mendengar bisikan bisikan halus dari mulut juan dan naren yang duduk bersebelahan.
"woy juan cok" pekik naren pelan.
"paan" jawab juan yang berbisik
"itu siapa si, dateng dateng nyari ribut"
"opa"
"oppa gangnam style?"
"opa lu ege" juan menggeplak kepala naren.
"santai dong anying" naren menjambak rambut juan sedikit kencang.
"GOBLOG, lepas" seakan sadar juan mungampat, ditambah ia meninggikan nada umpatan nya, ia langsung melihat ke arah mereka.
dan benar saja abraham, alex, virgo, xandrio, xander, alva, dan alvi melihat juan dan naren.
abraham menghampiri juan dan naren.
"anj mati gua" kata juan pelan yang masih di dengar naren.
"mampus kata gua mah"
saat abraham sudah sampai tepat di hadapan juan, abraham menatap mata juan dengan tajam.
"apa kau mengatakan sesuatu juan?"
"t-tidak, mungkin saja kau salah dengar" juan sudah berusaha menjawab dengan pd tetapi tidak bisa.
"hmm, mungkin ia saya salah dengar" jawab abraham yang di tekan kan di akhir kata nya.
pandangan nya mulai teralihkan kepada remaja manis dan mungil itu.
ia duduk di sofa ruang keluarga itu, dan mengangkat naren ke pangkuan nya.
naren yang di angkat tiba tiba terkejut, dan tidak sengaja menendang kebanggan abraham.
"auushh shitt" abraham memegang sebentar kebanggaan nya yang tadi di tendang naren.
sedangkan naren turun dari pangkuan abraham, ia berlari ke arah xandrio. abraham yang melihat itu menampilkan smirk nya.
"tak kusangka baby yang ku lihat calm ternyata seperti kelinci yang nakal"
"ada apa baby, kau takut dengan pak tua itu?" tanya xandrio.
"ga, cuma muka nya mirip sama ODGJ, bang" jawab naren seadanya.
kini mereka ber 9 sedang duduk bersama.
"aku tidak ingin bertele tele" abraham yang jengah dengan percakapan basa basi kedua anak nya itu.
"kata kan apa mau mu, opa" xandrio yang paham akan abraham.
"aku mau kita semua tinggal bersama di mansion utama keluarga alexander"
"maksud opa?" juan sebenar nya paham apa yang di maksud sang opa, ia hanya memastikan apa yang opa nya ucapkan itu benar.
"ya aku, alex, virgo, alva, alvi, xandrio, xander, juan, dan baby akan tinggal di 1 atap mansion yang sama, yaitu di mansion utama alexander"
"bagaimana alex, kau setuju kan?" abraham menaikan 1 alis nya ke arah alex.
"kau tanyakan saja pada baby, pak tua"
"naren mau" kata naren dengan yakin nya.
sebelum abraham menanyakan apakah naren mau tinggal bersama atau tidak, rupanya naren sendiri sudah bersedia tinggal bersama.
"jadi kapan kita bakal pindah opa?" tanya naren tapi malah tidak mendapatkan jawaban.
abraham sangat senang di panggil opa oleh naren, sejak dulu naren di culik, sang opa lah yang menanti nantikan panggilan opa dari sang cucu kecil nya.
menyadari tidak ada jawaban dari abraham, naren menggeplak muka abraham dengan tangan kecil nya.
abraham menyudahi lamunan nya.
"ya, kau mengatakan sesuatu baby?"
"naren bilang, kapan kita bakalan pindah nyaa"
"minggu depan baby"
"tidak kah itu terlalu cepat opa?" kata alva.
"buat apa kita menunda nunda, lebih cepat lebih baik"
"opa"
"ya baby?"
"oma dimana?"
"oma?" tanya abraham memastikan.
"ya opa, mana oma? dari awal opa dateng naren ga liat kehadiran oma" naren mantap abraham seraya meminta jawaban.
"oma sedang bersenang senang di surga" abraham mengusap surai halus naren.
"bersama mommy?"
"ya, bersama mommy nya naren"
abraham merogoh kantung celana nya dan mengambil handphone milik nya, ia membuka galery dan menunjukkan foto almarhum istri tercinta nya.
"ini siapa, opa?"
"ini oma, baby"
"oma cantik hihi, sama kaya mommy"
BERSAMBUNG...
KAMU SEDANG MEMBACA
NARENZA ALEXANDER
Teen Fictionseorang remaja bernama narenza a, yang mengira ia sebatangkara tak menyangka suatu hari ada seorang pria gagah nan rupawan mengaku sebagai daddy dan abangnya. ia memiliki gang alpice yang beranggota inti 7 orang yaitu narenza sebagai ketua, arya, di...
