26

6.4K 254 5
                                        

kini malam hari pun tiba.

"baby, malam ini tidur bersama abang ya" xander mencoba membujuk naren untuk tidur bersama nya.

"paan si bang, naren malam ini tidur sama juan"

"tidak bisa juan, malam ini baby akan tidur bersama daddy" alex tidak mau kalah untuk memperebutkan naren.

juan menarik tangan kanan naren, yang membuat naren oleng ke hadapan nya, sebelum itu tangan kiri naren di tarik juga oleh xander.

mereka tarik menarik naren, ke kanan dan ke kiri, sedangkan naren? ia hanya diam saja, pasrah dengan keaadaan.

"cukup"

abraham yang baru datang dan melihat mereka ber 3 menarik narik naren ke kanan ke kiri, menghentikan mereka.

"baby malam ini tidur bersama opa" abraham menggendong naren dan menuju ke kamar nya.

alex, xander, dan juan yang sedari tadi memperebutkan naren hanya diam setelah melihat naren di bawa dengan gampang nya oleh abraham.

"salah daddy" kata juan tiba tiba.

"kurang kerjaan sekali kau menyalahkan daddy"

mereka terus berdebat, xander yang jengah dengan sifat kekanak kanakan mereka langsung pergi dari situ.

kini naren dan abraham tengah berbaring di satu ranjang yang sama, mereka berbaring saling membelakangi satu sama lain.

abraham yang ingin memulai percakapan kepada naren tetapi ia tahan, ya anggap saja abraham canggung, begitupun dengan naren.

dirasa sudah tidak tahan, abraham memanggil naren.

"baby"

"ya opa?"

"sudah tidur?" tanya abraham balik.

"pftt, udah opa" kalau sudah tidur gimana bisa nyautin nya, pikir naren.

abraham yang merasa sedang di tertawakan, berbalik badan untuk melihat wajah sang cucu.

abraham melihat wajah sedikit tengil dari naren, ia yang tak tahan menahan gemas, mencubit kecil pipi naren.

"sekarang tidur"

"belum ngantuk opa, lagiankan kata daddy besok naren belum boleh sekolah" kata naren yang belum mengantuk.

"baby lihat itu jam berapa?" tanya abraham yang menunjuk jam di dinding kamar itu.

"jam 23.30" jawab naren.

"ya benar, sudah jam setengah dua belas malam, baby harus tidur biar besok pagi tidak mengantuk"

naren yang sedang malas berdebat hanya mengangguk saja.

naren melihat hanya ada satu selimut di ujung kaki nya, menarik selimut itu untuk menyelimuti mereka berdua, dan menutup kedua mata nya.

abraham yang melihat naren sudah pulas tertidur, menggeser selimut itu hingga menyelimuti seluruh tubuh naren.

lagipula buat apa mereka berbagi selimut, di mansion ini kan banyak selimut, tinggal minta maid ambilkan, pikir abraham.

---

kini alva dan alvi sedang menatap satu sama lain dari 2 kasur yang berbeda, tetapi tetap satu kamar.

"bang" panggil alvi.

"hm?"

"lu pernah mikir ga si, kaya lu pengen banget deket sama baby tapi lu ga bisa lakuin itu"

"why?"

"ya lu liat sendiri, tiap kali gua pengen deket sama baby, pasti ada aja yang nyingkirin, ntah itu juan, xander, bahkan xandrio"

alvi mengatakan itu bukan tanpa alasan, ia mengatakan itu karna ia sangat ingin dekat dengan naren, seperti juan yang dekat dengan naren.

"tidur, sudah malam" perintah alva yang melihat mata sayup alvi.

"jujur gua iri bang" setelah mengatakan itu pun alvi menutup kedua mata nya dan tertidur lelap.

alva yang melihat alvi tertidur tanpa menggunakan selimut, ia dengan segera mengambil selimut dan menyelimuti alvi.

"lu dah gede berhenti bersikap kekanak kanakan"

bagaimanapun juga sebagai abang, alva tetap menyayangi adik nya alvi.

"good night" sebelum menuju kembali ke kasur nya, alva mengelus rambut alvi.

BERSAMBUNG...











NARENZA ALEXANDERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang