saat ini jam 04.09, naren terbangun dari tidur nya karena mendengar adzan yang berkumandang.
"eghh..." naren menggeliat, merentangkan tangan nya ke samping.
"jam berapa sekarang?" tanya naren kepada dirinya sendiri.
naren melihat jam yang ada di dinding kamar nya yang menunjukkan sudah pukul 04.09.
naren bangun dari kasur nya untuk wudhu, bersiap untuk menunaikan ibadah nya.
setelah selesai, naren pergi mandi dan berpakaian seragam nya untuk pergi ke sekolah.
saat naren sedang mencari kaus kaki nya, ia tidak menemukan nya, naren lupa di mana kaus kaki nya berada.
naren keluar dari kamar nya untuk menemui sang daddy, menanyakan di mana kaus kaki nya berada.
saat naren sudah berada di depan pintu kamar alex, naren mengetuk pintu itu tiga kali.
tok tok tok
"daddd" panggil naren.
tidak ada jawaban dari dalam kamar tersebut.
"daddy, naren masuk ya" naren membuka pintu kamar itu lalu masuk ke dalam.
saat naren telah memasuki kamar alex, naren tidak menemukan keberadaan alex, dan naren sedikit merasakan hawa tidak enak dari kamar itu.
"kok... bulu tangan gua bangun ya, merinding anjir" naren bergidik ngeri, lalu segera lari keluar dari kamar milik alex.
saat naren ingin kembali ke kamar nya, naren menabrak seseorang yang berada di depan nya.
dug
naren melihat ada rion yang berada di depan nya.
"tuan muda kecil sedang apa di sini?" tanya rion.
"huhhh... alhamdulillah, gua kira setan" batin naren lega.
naren melihat ke arah rion. "udah di bilang, panggil naren bukan tuan muda kecil" ucap naren sambil menyilangkan kedua tangan nya kesal.
rion terkekeh melihat bagaimana kesal nya tuan muda kecil di depan nya ini. "baik, naren"
"naren, apa kau memerlukan sesuatu?"
"kaus kaki"
"tunggu sebentar, biar saya ambilkan" saat rion membalikan badan nya dan ingin pergi mengambilkan nya kaus kaki, naren menarik baju rion yang membuat rion membalikkan kembali badan nya menghadap naren.
"ikut" cicit naren pelan, rion tau tuan muda kecil nya ini malu.
"silahkan, naren"
rion berjalan ke ruangan yang di ikuti naren di belakang nya, terdapat banyak sekali lampu yang menyala saat pintu di buka, yang terdapat berbagai jenis gesper, topi, seragam, kaus kaki, dll.
rion berjalan ke sebuah lemari besar lalu membukanya, mengambil sepasang kaus kaki berwarna putih untuk tuan muda kecil nya pakai.
"ini, naren" rion menyerahkan kaus kaki itu kepada naren, dan berkata "jika naren memerlukan sesuatu seperti seragam, topi, sepatu, dasi dan lain nya, di sinilah tempat nya" ucap rion.
naren mengangguk, rion lupa, ia harus menyiapkan bekal untuk tuan muda kecil nya sekolah, karena maid maid telah mengambil cuti.
"naren" panggil rion.
naren melihat ke arah rion.
"saya lupa, ada suatu hal yang saya harus segera selesaikan, apa ada perlu yang lain?"
"dimana daddy?" tanya naren.
"tuan besar alex sedang berada di taman belakang mansion bersama tuan besar abraham, dan tuan xandrio" jawab rion.
"oke, kau bisa pergi, rion" ucap naren yang baru saja selesai memakai kaus kaki nya.
rion pergi meninggalkan ruangan itu menuju ke dapur untuk membuatkan naren bekal, dan di susul naren meninggalkan ruangan itu menuju taman belakang mansion untuk menemui daddy nya.
saat naren sudah mulai dekat dengan taman belakang mansion, naren tidak sengaja mendengar pembahasan daddy nya dengan opa, dan abang nya.
naren sembunyi di balik pot besar yang ada di taman belakang mansion itu, untuk mendengar lebih banyak pembahasan nya.
"apa kau sudah mencari di berbagai kota, xandrio?" tanya abraham.
"sudah, bahkan aku sudah mencari di berbagai negara dengan rekan rekan ku sebelum baby di temukan, opa" jawab xandrio.
"dan kau, anak bodoh?" tanya abraham yang melihat ke alex.
"siapa yang kau sebut anak bodoh, orang tua?" ucap alex tidak terima.
abraham hanya mengeluarkan sedikit kekehan.
"hanya dengan mencari kunci giok putih itu, bahkan dulu aku rela menyamar menjadi pemulung untuk memasuki wilayah mafia gadungan itu" gerutu alex yang seperti nya menyesal telah melakukan penyamaran yang sia sia.
abraham yang mendengar itu pun tertawa terbahak bahak saking tidak bisa menahan geli di perut nya.
"apa yang kau tertawakan pak tua?" tanya alex.
"ah, aku telah mengingat kau dulu juga sempat menyamar menjadi orang gila untuk menggeledah tempat persembunyian para mafia kelas atas, dan mencari kunci giok putih itu, dan apa yang kau temukan pak tua?" tanya alex yang terkesan meledek ke arah abraham.
"sudah, kita selesaikan pembahasan ini, kalian berdua sama saja, sama sama seperti ODGJ" ucap xandrio.
naren yang sedari tadi menyimak pembahasan antara alex, abraham, dan xandrio, dengan seketika memegang dan melihat ke arah perut nya.
"daddy, opa, abang, sebenar nya benda yang kalian cari cari selama ini, ada di sini" batin naren yang mengusap perut bagian bawah pusar nya.
BERSAMBUNG...
KAMU SEDANG MEMBACA
NARENZA ALEXANDER
Ficção Adolescenteseorang remaja bernama narenza a, yang mengira ia sebatangkara tak menyangka suatu hari ada seorang pria gagah nan rupawan mengaku sebagai daddy dan abangnya. ia memiliki gang alpice yang beranggota inti 7 orang yaitu narenza sebagai ketua, arya, di...
