17

9K 361 1
                                        

"baby?" panggil xander.

"ren bangun ren" juan menepuk nepuk pelan pipi naren.

"juan kau telepon ambulance, abang akan melihat siapa yang ingin menabrak mobil kita" perintah xander.

juan hanya menganggukkan kepala nya, pikiran nya saat ini sangat kacau.

saat xander melihat siapa orang itu, xander di buat terkejut oleh orang di depan nya.

"sedang apa kau di sini xander?" tanya orang itu.

"aku tau kau bodoh alvi, tapi buat apa kau bertanya" kesal xander.

juan yang mendengar keributan dari dalam mobil pun memutuskan untuk keluar mobil itu.

tapi tidak mungkin ia meninggalkan naren di dalam mobil seorang diri.
juan mengangkat tubuh mungil naren ke dalam gendongan nya.

lalu ia berjalan ke arah suara ribut itu.

"bang alvi" panggil juan.

"juan, siapa bocah yang kau gendong itu, apakah daddy kalian memungut anak?"

"berhenti bicara omong kosong, dia adalah baby naren. narenza alexander" terdengar suara xander yang semakin memberat.

"b-baby?" seraya alvi mengambil naren dari gendongan juan.

"ya, dia baby"

"baby maafkan abang"

terdengar suara sirine ambulance, tak lama naren di masukkan ke dalan ambulance tersebut. di ikuti juan dan xander yang masuk ke dalam nya.

mereka masuk meninggalkan alvi yang masih diam di tempat.

alvi merogoh kantung celana nya dan mengambil hp untuk menelepon seseorang.

"dad, baby naren sudah di temukan" kata alvi yang berbicara kepada virgo.

"jelaskan"

"tadi alvi mau berangkat, di tengah perjalanan mobil yang alvi kendarai mengalami rem blong, alvi ingin menabrak mobil dan mobil nya membelok dengan cepat ke arah pohon yang besar" alvi menarik nafas sebentar sebelum melanjutkan cerita.

"pas alvi ingin melihat keadaan orang yang ada di dalam nya, ternyata juan dan xander lah orang itu. juan menggendong bocah yang ternyata adalah baby" jelas alvi panjang lebar.

"jadi, si tua bangka alex itu telah menyembunyikan baby dari kita" kata virgo.

"mengacalah dad"

setelah itu panggilan telepon pun terputus.

"tunggulah papa baby"

---

wiuuu~wiuuu~wiuuu~

suara sirine ambulance yang sedari tadi terdengar di telinga xander dan juan.

"bangunlah baby, maafkan abang yang sangat tidak becus dalam mengemudi" sesal xander, saat ini pikiran nya hanya naren.

"ren... kalau lu bangun, gua janji ga akan jailin lu lagi. gua bakal jadi abang yang terbaik buat lu ren" kata juan yang sedari tadi mengeluarkan air mata nya.

tiba tiba juan merasakan tangan seseorang menghapus air mata nya.

"g-gausah nangis, lu j-jelek kalau nangis"

naren sedari tadi memang tidak pingsan, ia hanya menutup mata nya untuk menghilangkan sedikit rasa sakit nya.

setelah dirasa naren sudah tidak lagi kuat untuk menahan nya, naren menutup kembali mata nya dan  sepenuh nya pingsan.

skip perjalanan

sekarang mobil ambulance itu sudah tiba di rumah sakit xxx dan naren di masukkan ke dalam ruangan ugd.

juan yang sedari tadi menunggu kabar dari dokter hanya duduk termenung, memikirkan rasa sakit yang naren rasakan.

sedangkan xander?

panggilan telepon dari alex di hp xander, xander mengangkat panggilan itu.

"sudah sampai sekolah boy?" tanya alex.

"hiks" xander tak kuasa menahan tangis setelah diberi pertanyaan itu.

"ada apa boy, jangan bikin daddy khawatir"

"naren masuk ugd dad" jawab xander yang berusaha untuk tidak mengeluarkan suara isakan nya.

"APAAA?"

"mobil yang xander kendarai mengalami kecelakaan"

"dimana kalian berada sekarang?" tanya alex.

"rumah sakit xxx" jawab xander.

"tunggu daddy boy"

BERSAMBUNG...



NARENZA ALEXANDERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang