Pagi yang cerah dan dua bersaudara sedang sarapan bersama dengan sedikit perbincangan ringan.
"adek hari ini belajarnya libur ya." ucap sang kakak kepada adik kecil kesayangannya.
"kenapa?" tanya nya polos.
"miss tidak bisa mengajar hari ini."
"oooh."
"iya abang." jawabnya menggemaskan.
Javeed amat sangat protektif terhadap adiknya, setelah kejadian di teater dia memutuskan untuk Asya melakukan home scholling dan pindah tempat teater menjaga keselamatan dan mental adiknya.
"Mau ikut abang ke kantor?" tanya Javeed mengalihkan pandangannya kepada gadis kecil yang baru menyelesaikan makannya.
"boleh?"
"boleh dong." Asya mengangguk dengan senang.
~~~
Kini Asya berada di ruangan abangnya, duduk di sofa menonton spongebob kartun favoritnya sedangkan Javeed sibuk memeriksa email untuk proyek-proyeknya sesekali mengalihkan pandangan untuk memeriksa Asya terlihat nyaman atau tidak.
tok tok tok
Ditengah kegiatan kakak beradik itu tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dan setelahnya Fallen masuk membawa berkas-berkas yang harus di tanda tangani Javeed.
"hello Asya." ucap Fallen yang melihat ada Asya di dalam ruangan.
Fallen berjongkok merentangkan tangannya menginginkan sebuah pelukan dari gadis manis kesayangan semua orang itu.
"abaaang" Asya beranjak memeluk Fallen.
"Asya kangen." Fallen terkekeh.
"sudah lama abang tidak bermain dengan Asya." ucap gadis kecil itu dengan raut cemberut.
"iya nih."
"abang Len sibuk, PR dari bang Jav banyak."
Fallen melirik sebentar ke arah Javeed yang ternyata tengah memperhatikan interaksi mereka.
"abang..." panggil Asya mengalihkan pandangannya ke arah Javeed.
"bang Len libur ngerjain PR boleh tidak?"
"Asya kangen." memasang wajah memelas.
Javeed terkekeh mengangguk, apapun yang di minta Asya, Javeed tidak bisa menolak.
"yeess!!!" Fallen senang dengan permintaan Asya.
"thank you Asya." Fallen mencium pipi gembul Asya tanda terimakasih dan dia terkekeh lucu.
Fallen sedikit melonggarkan pelukannya namun tangannya masih setia mendekap tubuh mungil adik Bossnya tersebut
"Asya ke kamar yang itu mau?" Fallen menunjuk satu pintu kamar yang biasa digunakan Javeed istirahat sejenak.
"kenapa?" tanya Asya polos dengan raut penasaran.
"abang Len ingin bicara dengan bang Jav." ucap Fallen.
"Asya tidak boleh tau?"
"urusan pekerjaan, hanya orang dewasa yang boleh tau."
Fallen berusaha menjelaskan dengan bahasa yang lembut dan Asya mengangguk lucu tanda setuju.
"baiklah Asya mau."
Fallen menggandeng Asya menuju kamar istirahat dan membawakan ipad serta camilannya.
"nanti kalau bang Len bel selesai tapi Asya butuh sesuatu, Asya boleh keluar?"
"boleh." Fallen tersenyum mengusap surai panjang Asya gemas dengan anak kecil yang sudah pintar menata bahasanya.
Fallen keluar dari kamar menuju kursi di depan Javeed untuk duduk.
"tumben mau ikut lagi?" ucap Fallen menyodorkan map yang dia bawa.
"miss nya libur." ucap Javeed dan Fallen mengangguk mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNDERCOVER | JOONGDUNK
Romance[BELUM REVISI] Seorang Mafia berdarah dingin terkenal dengan sifat kejam tanpa ampun namun mempunyai sisi lembut hanya kepada adiknya. Jatuh cinta dengan pemilik kedai kopi karena pertemuan yang dia anggap menarik. 18🔞 BxB BxBshipper
