6 Bulan Kemudian.
Tidak terasa sudah 6 bulan Shailen berada di rumah Javeed dan semua berjalan baik-baik saja.
Mereka sangat bahagia dan semakin hari semakin terlihat bahwa mereka saling mencintai.
Kini mereka bertiga berada di meja makan melakukan rutinitas wajib yaitu sarapan bersama.
"abang."
"Asya pingin deh sekali-kali waktu kursus di temani kak Chai." ucap Asya polos.
"sama sus aja ya dek."
"bahaya kalau kak Chai keluar rumah."
"nanti kak Chai lupa jalan pulang kesini." jawab Javeed.
"kan ada pak supir, ada Asya juga, nanti juga bisa telpon pak Kim sama bang Len kalau lupa jalan."
"jangan ya dek yaaa." Asya cemberut sedih.
Javeed berusaha menolak Asya dengan cara sehalus mungkin dia tidak ingin Shaileen bertemu orang-orang Joseph ketika berada di luar rumah.
"sekali-sekali gak apa-apa lah sayang." bujuk Shailen.
"tapi di luar bahaya." raut khawatir Javeed terlihat jelas.
"Aku bisa jaga diri kok." Shailen tersenyum meraih tangan Javeed lalu mengusapnya.
Javeed diam. Menatap Shailen dan Asya bergantian.
"baiklah."
"sekali saja ya." ucap Javeed tersenyum ke arah Asya.
"yyyeeeeeeeaayy."
"trimakasih abang... kakak..."
"kapan Asya kursusnya?"
"besok siang." Shailen mengangguk tersenyum.
"Asya, abang berangkat ya."
"jangan nakal."
"nanti jam 9 miss datang"
"iya abang."
"hati-hati."
"semangat abang." ucap Asya memamerkan gigi rapi nya.
Shailen mengantar Javeed ke depan. Memeluknya sebelum dia berangkat.
"aku berangkat sayang." Shailen mengangguk masih dalam dekapan Javeed.
"telpon jika ingin sesuatu."
Javeed mengecup kening Shailen, melepas pelukannya dan berangkat ke kantor tanpa supir.
•••
Seorang pria berjalan memasuki rumah mewah milik Boss nya membawa sekotak cake untuk kekasih Bossnya tersebut.
"dimana tuan Shailen?" tanya Fallen kepada salah satu pelayan.
"ada di taman belakang tuan."
Fallen melangkahkan kaki nya menuju taman belakang untuk menemuinya.
Dia melihat seorang laki-laki cantik tengah duduk di kursi dekat kolam renang lalu menghampirinya.
"selamat siang tuan." Shailen membalikkan badan.
"oh bang Len."
"dari Mr.Javeed." Meletakkan sekotak cake di meja depan tuan barunya dengan satu tangan dia simpan di belakang punggung tanda hormat.
"terimakasih."
Fallen diam tetap terlihat tenang, ingin menanyakan suatu hal kepada Shailen namun ada rasa canggung karna merasa belum dekat.
Shailen peka dengan nuansa canggung di sekitarnya.
"duduklah."
"katakan apapun yang ingin bang Len katakan."
"tidak perlu canggung."
"dan jangan terlalu formal, aku bukan Javeed." jelas Shailen.
"terimakasih." Fallen menarik kursi untuk duduk tepat di depan Shailen.
"maaf jika pembicaraan saya nanti lancang dan menyinggung tuan."
"panggil aku Chai bang Len." Fallen mengangguk.
"maaf sebelumnya jika saya kurang ajar."
"tapi atas dasar apa anda tetap menempel dengan tuan muda kami?" intonasi yang lembut namun cukup sarkas.
"jika anda mempunyai rencana jahat kepada tuan muda, maka pergilah." Shailen terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNDERCOVER | JOONGDUNK
Romance[BELUM REVISI] Seorang Mafia berdarah dingin terkenal dengan sifat kejam tanpa ampun namun mempunyai sisi lembut hanya kepada adiknya. Jatuh cinta dengan pemilik kedai kopi karena pertemuan yang dia anggap menarik. 18🔞 BxB BxBshipper
