[BELUM REVISI]
Seorang Mafia berdarah dingin terkenal dengan sifat kejam tanpa ampun namun mempunyai sisi lembut hanya kepada adiknya. Jatuh cinta dengan pemilik kedai kopi karena pertemuan yang dia anggap menarik.
18🔞
BxB
BxBshipper
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seorang pria tampan melesatkan McLaren 720S miliknya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang menjalar menuju kediamannya setelah 1 jam bergelung dengan pikiran kacau di ruangan yang berada di markas besarnya merasa bimbang antara memperjuangkan perasaan atau mempertahankan prinsipnya.
Setelah perjalanan 30 menit Javeed sampai di halaman rumahnya dan langsung di sambut kepala pelayan yang lebih dulu diberi informasi oleh Fallen bahwa tuannya akan tiba.
"Asya sudah tidur?" tanya Javeed pada kepala pelayan yang membukakan pintu untuknya.
"sudah tuan."
"dimana dia?" tanya nya sembari berjalan masuk.
Kepala pelayan tersebut diam sejenak ragu untuk menjawab karna tidak biasa tuannya menanyakan seorang tahanan yang baru tertangkap.
"di penjara dalam tuan."
Javeed berhenti. Dengan cepat menoleh ke arah pelayan kilatan maniknya menampakkan amarah.
Penjara dalam terletak di area paling belakang mansion, jarang ada yang tau tempat itu, termasuk Asya adiknya dan beberapa pelayan.
"lancang!!!!!!" marah Javeed tertahan. "siapa yang membawa nya kesana?" ucapnya menahan emosi dan kepala pelayan semakin menundukkan kepalanya.
"maaf tuan." "bukankah biasanya setiap tahanan di bawa ke penjara dalam?" tanpa menjawab Javeed langsung keluar mansion, menuju jalan di samping mansion untuk ke penjara dalam.
~~
Javeed masuk area tersebut dengan langkah yang semakin di percepat setelah mendengar suara tawa menggema dari salah satu ruangan. Saat sampai di salah satu ruangan penjara dalam dia melihat Shailen terduduk lemas di lantai setelah di cekoki alkohol oleh penjaga disana dan pipi nya sedikit lebam.
Sudah tradisi, siapapun yang telah masuk penjara dalam para penjaga disana bebas melakukan apapun pada tahanan bahkan melecehkannya sekalipun itu sudah biasa.
"bajingan kalian!!!!!" Javeed semakin murka.
Dia menghampiri Shailen memegang pipi untuk melihat lebamnya.
"siapa yang melakukannya?" Javeed masih menatap lebam di pipi Shailen.
"apakah kalian tuli..!!!!" Javeed mengalihkan pandangannya kepada 2 penjaga yang menunduk.
"tangan mana yang kau gunakan?" "kanan atau kiri?" Javeed berdiri menghampiri penjaga tersebut.
dua penjaga itu gemetar keringat dingin baru kali ini mereka terkena amarah Bossnya. Biasanya mereka akan mendapat pujian karna hasil kerja mereka.
"kau atau kau?!" Javeed menunjuk satu-satu penjaga yang berada di sana.
"ma..maaafkan sa..saya bo..boss" satu penjaga tergagap gemetar meminta pengampunan tuannya.