Kini Shailen berada di ruang tunggu tempat kursus teater Asya.
Meskipun Javeed memintanya pulang setelah mengantar namun dia memutuskan untuk menunggu sampai Asya pulang nanti.
Shailen merasa bosan dan akhirnya memutuskan untuk keluar duduk di kursi panjang yang berada di taman tak jauh dari area teater.
Shailen merasa ada pergerakan. Seseorang dengan sepatu pantofel mengkilapnya melangkahi kursi untuk duduk di samping Shailen.
Shailen menoleh ke kiri dan matanya membulat sempurna saat melihat orang di sampingnya tersenyum lebar.
"do you miss me babe?" ucap Joseph dengan senyum lebarnya.
Shailen ingin berdiri meninggalkan tempat itu namun tangannya di cekal.
"mau kemana?" ucap Joseph santai namun mampu menekan nyali Shailen.
"lepaskan tanganmu."
"aku tidak akan pergi." Joseph melepas cekalan tangannya.
Menyilangkan kedua kakinya dia kaitkan jari-jemari di satu lutut memandang lurus ke depan.
"sepertinya hidupmu cukup enak disana."
"dicintai seorang pria kaya sampai kau melupakan misi yang ku berikan."
Joseph menoleh ke arah Shailen menunjukkan smirk tipis.
"padahal kau tidak tau kelakuan kekasihmu itu di belakangmu."
Joseph tertawa sejenak.
"apa maksudmu?"
"kekasihmu."
"orang yang kau anggap mencintaimu."
"telah menebus seorang wanita cantik untuk dijadikan simpanannya." ucap Joseph tenang namun penuh penekanan.
"selalu pulang terlambat dengan alasan lembur tapi ternyata sedang menikmati waktu indah bersama simpanannya." Shailen masih diam.
"kau seorang laki-laki Shailen."
"jangan bermimpi di cintai seorang pria sempurna sepertinya."
"hanya aku yang mampu mencintaimu dan menerimamu apa adanya." Joseph terkekeh.
"omong kosong apa yang kau bicarakan."
Joseph memainkan ponselnya memilih satu nomor dan menekan tombol memanggil selanjutnya loudspeaker.
"hello Maria." sapa Joseph pada wanita itu dibalik telepon.
"apa lagi yang kau inginkan??"
"apakah Javeed sering mengunjungimu setelah menebusmu dariku?"
"iya."
"kemarin dia baru mengunjungiku." Joseph mematikan telponnya.
"menyedihkan sekali."
"merasa satu-satunya yang paling di cintai ternyata hanya untuk salah satu pelarian."
"diam kau sialan." Shailen beranjak pergi meninggalkan Joseph yang tertawa karna berhasil memancing emosi Shailen.
"huuuuuuhh" Shailen menghela nafas kasar.
"tenang Chai. Javeed mencintaimu dia tidak mungkin mengkhianatimu." batin Shailen.
Shailen memeriksa jam di ponselnya dan Asya hampir selesai dengan teaternya bergegas mempercepat jalannya agar Asya tak kebingungan mencarinya.
~~~
Kini Shailen dan Asya telah pulang.
"pak setelah ini tolong antarkan saya."
"baik tuan."
Shailen mengantar Asya ke dalam dan menitipkan pada pelayan yang menyambut mereka.
"Asya dirumah dulu ya, kakak mau pergi sebentar. ada yang perlu kakak beli." Asya mengangguk.
"hati-hati kakak."
3 Jam kemudian.
Seorang pria dewasa tengah duduk di meja bartender menyesap minuman yang memusingkan. Matanya menangkap seseorang yang dia kenal namun tak akrab Ia raih ponsel di atas meja mencari satu nama menekannya untuk melakukan panggilan dengan sesekali memperhatikan sosok yang duduk tak jauh darinya.
"segera jemput kekasihmu di Exotic Bar sebelum di lahap orang lain."
ucapnya pada seseorang di balik telepon lalu segera mematikannya.
~~
Javeed baru sampai di sebuah Bar matanya menelusuri keberadaan orang yang sedari beberapa jam lalu menghilang tanpa pamit.
Dia menangkap sosok yang di kenal berada di depan Bartender.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNDERCOVER | JOONGDUNK
Roman d'amour[BELUM REVISI] Seorang Mafia berdarah dingin terkenal dengan sifat kejam tanpa ampun namun mempunyai sisi lembut hanya kepada adiknya. Jatuh cinta dengan pemilik kedai kopi karena pertemuan yang dia anggap menarik. 18🔞 BxB BxBshipper
