Shailen beranjak pergi mengejar kepala pelayan setelah merasa Asya aman dan nyaman bersama pelayan rumahnya.
"pak Kim." yang di panggilpun berbalik lalu merundukkan badan sebentar setelah melihat siapa yang memanggilnya.
"ada yang bisa saya bantu tuan?"
"ada yang ingin saya tanya kan."
"bisa kita bicara?" kepala pelayan tersebut mengangguk.
"silahkan tuan." mengulurkan tangan untuk mempersilahkan tuannya berjalan lebih dulu.
~~
Kini Shailen dan kepala pelayan berada di taman depan rumah Javeed. Shailen duduk di meja melingkar yang tersedia disana.
"duduklah pak Kim."
"jangan terlalu formal denganku."
"aku bukan Javeed." kepala pelayan itupun duduk di depan Shailen.
"maaf sebelumnya jika aku bersikap lancang."
"aku sudah beberapa bulan mengenal Javeed dan dia pria baik yang cukup manis."
"tapi aku cukup kaget mengetahui bahwa dia pemilik pelelangan ilegal itu." Shailen menjeda ucapannya.
"sejak kapan dia seperti ini?"
"maaf, seperti ini bagaimana yang tuan maksud?"
"bersikap kejam." kepala pelayan itu diam sejenak.
"maaf jika saya kurang ajar."
"atas dasar apa anda menanyakan hal ini?"
"aku hanya penasaran pak Kim."
"bagaimana orang semanis dia bisa sejahat itu."
"sesuatu yang buruk tidak mungkin terjadi jika tidak di dasari hal yang lebih buruk pula."
Hening. kepala pelayan itu benar-benar diam tau maksud Shailen tapi rasanya enggan menjawab.
"maaf jika jawaban saya membuat anda tidak berkenan tuan."
"tapi saya tidak bisa mengatakan hal itu."
"apalagi ini menyangkut tuan muda."
"baiklah."
"aku mengerti."
"maaf sebagai orang baru aku telah lancang menanyakan hal ini."
"maafkan saya tuan."
"mungkin anda bisa menanyakan langsung kepada tuan muda, beliau yang lebih berhak." Shailen mengangguk.
Shailen beranjak pergi namun langkahnya tiba-tiba tertahan.
"tuan." Shailen membalikkan badan.
"trimakasih telah perduli kepada tuan muda kami." Kepala pelayan itu tersenyum dan Shailen membalasnya lalu pergi.
•••
POV PHOENIX
14.00
Sudah 1 jam Phoenix menunggu di depan kedai Shailen yang tutup dan tidak ada tanda-tanda Shailen datang bahkan satu pesanpun tidak ada yang shailen balas.
"sayang.." panggil Pier dari arah belakang phoenix.
"hei."
"mau kemana?"
Pier menunjuk kedai Shailen yang tutup.
"pingin kopi tapi kok tutup?."
"gak tau Chai ngilang dari semalem."
"aku udah nyari kemana aja gak ketemu."
"udah coba di telpon?" tanya Pier.
"semua pesan dan telponku gak ada yang di respon padahal nomornya aktif."
"mungkin kak Chai lagi sibuk belum sempat buka pesan kamu sayang." Phoenix mengangguk.
Meskipun mengangguk tapi Phoenix tetap khawatir karna menghilangnya Shailen setelah menjalankan misi nya.
"bisa antar aku?"
"kemana?"
"aku kangen cake di tempat biasanya." Jawab Pier dan Phoenix terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNDERCOVER | JOONGDUNK
Romantizm[BELUM REVISI] Seorang Mafia berdarah dingin terkenal dengan sifat kejam tanpa ampun namun mempunyai sisi lembut hanya kepada adiknya. Jatuh cinta dengan pemilik kedai kopi karena pertemuan yang dia anggap menarik. 18🔞 BxB BxBshipper
