19. Kehangatan

6.9K 288 5
                                        

Minggu

Shailen menggeliat saat sinar matahari mengintip dari balik gorden menyilaukan matanya yang masih terpejam.
Mencoba membuka mata perlahan dan wajah tampan pujaan hati menyapa indera penglihatannya dia tersenyum menatap mimik muka tenang yang menyimpan sifat dingin menakutkan bagi lawannya.

"tidak berniat membangunkanku?" ucap Javeed dengan mata terpejam. "padahal aku menunggu di bangunkan dengan morning kiss." Shailen terkekeh.
Javeed membuka matanya menatap Shailen lalu mengeratkan pelukannya.

"apa yang terjadi sampai membuatmu berani ke Bar sendiri hmm?"

Javeed mengecup kening kedua mata hidung kedua pipi dan bibir kekasihnya membuat Shailen memejam terkekeh sebentar.

"hanya ingin." Javeed menatap Shailen penuh selidik.

"ada hal buruk terjadi?" Shailen menggeleng.

"hanya badmood."

"masih badmood?" Shailen mengangguk.
"mau jalan-jalan berdua?" tanya Javeed.

"No." Javeed mengerutkan alisnya.

"bertiga."
"dengan Asya." Javeed terkekeh.

"baiklah."

Akhirnya mereka bergegas untuk bersiap menghabiskan waktu bersama di weekend yang jarang sekali bisa mereka lakukan karna Javeed sibuk dengan urusan kantornya.

Setelah semua siap mereka bertiga berangkat terlihat seperti keluarga harmonis yang sedang menikmati akhir pekannya.

"mau kemana kita?" tanya Javeed di balik kemudi sesekali melirik dua kesayangannya.

"mall." jawab Asya cepat membuat dua orang dewasa yang sedang bersamanya tertawa gemas.

"baiklah."
"siap menuruti semua keinginan Princess Asya dan tuan cantik."
Javeed melirik Shailen membuat yang di lirik salah tingkah.

~~

Kini mereka tengah sampai di Mall sesuai permintaan Asya. Javeed menggandeng tangan Asya menuju satu resto karna mereka memang berniat sarapan di luar.

Setelah menyelesaikan sarapannya mereka bergegas menuju playzone mencoba semua permainan yang ada berteriak tertawa berjoget bahkan melompat kegirangan seperti tak kenal kata lelah.

Setelah mencoba semua permainan kini mereka membawa deretan tiket panjang untuk di hitung point nya untuk ditukarkan mainan dan ternyata mereka mendapat lampu tidur dengan karakter kartun yang bisa menyala membuat Asya girang kesenangan.

Saat ingin keluar untuk pulang mereka tidak sadar bahwa sedari tadi hujan lebat dan menyisakan sedikit gerimis.
Javeed meminta untuk menunggu sampai benar-benar reda namun Shailen tidak sabar dia berjalan menuju satu outlet membeli tiga jas hujan plastik untuk mereka.

"pakai." memberikan satu jas hujan ke tangan Javeed dan Shailen membantu Asya memakai jas hujannya membuat gadis kecil itu semakin senang karna bisa merasakan hujan-hujanan.

"apa ini?"
"tidak tidak."
"tunggu hujannya reda." protes Javeed.
"ayo Asya lepas lagi jas hujannya nanti sakit kalau maksa hujan-hujanan."

Wajah bocah cantik itu mendadak berubah cemberut mendengar perintah abangnya.

"udah sih deket juga itu parkirannya."
"mau sampai kapan nunggu?
"hujan seperti ini lama kasian Asya capek seharian bermain." jelas Shailen.

Javeed diam berpikir. Shailen yang tidak sabar melihat terdiamnya Javeed langsung meraih jas hujan ditangan kekasihnya itu membantu membuka namun di rebut kembali olehnya dan di pakai sendiri.

UNDERCOVER | JOONGDUNKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang