20. Malam terakhir (21+)

9.4K 290 1
                                        

Seharian ini Shailen berada di rumah sendirian karna Asya tidak ada dirumah dan Javeed harus pergi ke kantor.
Menghabiskan waktu dengan pergi kerumah kaca, ke taman belakang ataupun ke perpustakaan untuk mengisi waktu luangnya.

Javeed baru saja sampai di rumah berniat pergi ke ruang tengah mencari Shailen namun di hentikan kepala pelayannya.
"tuan Shailen ada di taman belakang, tuan." Javeed menghentikan langkahnya dan berbalik.

"taman belakang?" kepala pelayan itu mengangguk.
Saat Javeed berniat menyapa kekasihnya, lagi-lagi dia di hentikan.

"apa tidak sebaiknya tuan membersihkan diri dulu?"
"tuan Shailen sudah menyiapkan air untuk tuan mandi." Javeed tersenyum senang kekasihnya sangat perhatian.
Javeed menuju kamarnya untuk mandi menyelesaikannya dengan cepat karna dia tidak sabar ingin memeluk pujaan hatinya yang besok sudah harus berpisah karna urusan pekerjaan.

Setelah mandi Javeed menuju taman belakang dan menemukan Shailen sedang sibuk mengotak-atik laptop Javeed. segera dia hampiri kekasihnya lalu menciumnya dari belakang.

"sedang apa hmm?" ucap Javeed masih melirik layar laptop dihadapan kekasihnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"sedang apa hmm?" ucap Javeed masih melirik layar laptop dihadapan kekasihnya.

"main game."
"tumben setengah 10 baru pulang?"

"maaf sayang."
"besok aku sudah berangkat kan jadi harus memeriksa berkas-berkas yang dibutuhkan." Shailen mengangguk.

"sudah siap semuanya?" Shailen melirik Javeed sebentar.

"belum."
"aku harus memeriksa beberapa email lagi setelah ini."
"tidak apa-apa kan?"

"iyaa." Shailen berdiri.
"lebih baik kamu periksa sekarang."
"aku akan menunggu di kamar." Javeed mengangguk dan Shailen berjalan menuju kamar.

"sayang tolong laptopnya." ucap shailen meringis di ambang pintu yang tersambung antara taman dan rumah bagian dalam.

~~~

Sudah hampir 2 jam Javeed tak kunjung ke kamar dan Shailen merasa bosan sendirian. Dia bangun melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Javeed.

Shailen membuka pintu tanpa mengetuk lebih dulu.
Sedangkan seseorang yang duduk di sofa ruang kerjanya tengah sibuk di depan laptop menoleh ke arah pintu saat mendengar pintunya terbuka.

"kenapa belum tidur hmm?" tanya Javeed menghentikan kegiatan mengetiknya memindahkan laptopnya ke atas meja.
Shailen tidak menjawab, memasang wajah cemberut ngambek berjalan ke arah Javeed tanpa bicara Shailen melangkahi paha Javeed dan duduk di pangkuannya membenamkan wajahnya di ceruk leher yang menjadi candu Shailen, membuat Javeed terkekeh melihat tingkah manja kekasihnya.

"ada apa hmm?" Javeed melingkarkan tangannya di pinggang Shailen.
Shailen hanya menggeleng tetap menyembunyikan wajah imutnya di leher Javeed.
"apakah begini cara bayi marah ketika di abaikan?" Shailen terkekeh memukul pelan bahu Javeed.

"aku bukan bayi." mengangkat kepala nya menatap Javeed dan Javeed ikut terkekeh gemas.
"boleh aku bertanya sesuatu?" 

"tanyakan apapun yang ingin kau tau."

UNDERCOVER | JOONGDUNKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang