[BELUM REVISI]
Seorang Mafia berdarah dingin terkenal dengan sifat kejam tanpa ampun namun mempunyai sisi lembut hanya kepada adiknya. Jatuh cinta dengan pemilik kedai kopi karena pertemuan yang dia anggap menarik.
18🔞
BxB
BxBshipper
Sejak kepulangannya dari Rumah Sakit Shailen sudah dua bulan tinggal dirumah Joseph.
"tidak adakah yang bisa ku lakukan?" "aku bosan disini hanya duduk, makan, tidur."
"lalu kau ingin apa?"
"entahlah."
"kemarilah." Joseph menepuk pahanya menyuruh Shailen untuk duduk disana dan dia menurut. Saat Joseph menangkup pipinya berniat melahap bibir Shailen yang selama ini Joseph dambakan namun hanya tinggal jarak 5cm kegiatannya terhenti.
Aaaaarrrgghh!!!!
Teriak Shailen menjambak rambutnya karna kembali merasakan sakit di kepalanya setelah muncul bayangan hitam dua orang sedang bermesraan, bayangan yang mirip dirinya sedang bermanja dengan seseorang yang dia tau itu bukan bayangan Joseph.
"hah menyusahkan sekali." "jika kau bukan kelemahan musuhku aku sudah melenyapkanmu." batin Joseph.
"kembalilah ke kamarmu babe." "dan tolong panggilkan Garwyn." "dan minum obatmu." lanjut Joseph dan Shailen mengangguk.
~~~
"permisi Sir." ucap Garwyn baru saja masuk ruangan Joseph.
"kunci pintunya." "dan kemarilah." Garwyn menurut setelah mengunci pintu dia mendekat ke arah Bossnya.
Joseph mengangkat Garwyn duduk diatas mejanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia angkat satu kaki asistennya, mendekat lalu melahap bibir Garwyn menyalurkan kekesalannya pada Shailen yang selalu sakit kepala saat dia ingin mencumbunya.
"menurutmu bagaimana jika aku melatih Shailen menembak?"
"atas tujuan apa Mister melakukan hal itu?"
"entahlah aku hanya berpikir akan seru jika menggunakan dia untuk melenyapkan kekasihnya sendiri." "dan memanfaatkannya untuk jadi garda terdepan penyerang di gang kita." Garwyn hanya diam.
"ada yang salah?"
"tidak." "tapi bagaimana jika ingatannya kembali lalu dia menyerangmu dengan skill yang kau latih untuknya."
"tidak akan, selama dia terus meminum obat itu."
"obat?"
"ya." "obat yang dia minum bukan resepan dokter tapi obat yang aku tukar untuk terus membuatnya lupa ingatan." Joseph terkekeh. "oleh karna itu dia sering sakit kepala karna efek obat itu sedang bekerja."
"baiklah saya mengerti." pungkas Garwyn
Joseph kembali melahap bibir Garwyn kasar semakin menuntut lebih tangannya tak bisa diam bergerilya menelusuri setiap inci tubuh Garwyn.
"besok mulai atur Jadwal untuknya latihan."
Joseph melucuti semua pakaian yang mereka berdua kenakan. bermain dengan kasar kapanpun dia mau dan Garwyn harus mengabulkannya.