Beberapa minggu kemudian...
-
Iren sedang meeting bersama beberapa investor lain kenalan nya yang ia undang untuk merencanakan buyback kepemilikan saham milik C&M di perusahaan miliknya, beberapa tertarik dengan tawaran iren, beberapa agak ragu karena akan berhadapan dengan putra, syukur jika putra menerima opsi buyback tersebut, tapi jika ternyata putra menolak atau merasa tersinggung dengan buyback tersebut, mereka lebih memilih main aman, karena melihat track record bagaimana putra menumbangkan lawan bisnis nya dengan cara yang rapih.
**
Memasuki Quartal 3, beberapa bulan setelah pertemuan iren dengan beberapa kenalan nya, Putra sedang berada di kantor nya, ia telrihat baru saja menyelesaikan video call dengan Nabilla yang sedang berlibur di Monaco bersama teman-teman nya. Sekretaris nya masuk ke ruangan memberikan surat, putra lalu melihat surat tersebut, yang ternyata adalah dari perusahaan milik iren, ia lalu mengeluarkan pisau pemotong kertas yang ada di lacinya dan membuka surat tersebut, ia lalu membacanya, selesai membacanya ia lalu menghubungi dean yang sedang berada di tempat lain,
"Halo, kenapa put" tanya dean ketika mengangkat telfon nya
"Bisa ke tempat ku jam berapa?"
"Ada apa?"
"Pokoknya hari ini ke sini"
"Yaudah, habis ini gue ke kantor put" jawab dean sambil menutup telfon nya dengan perasaan tak karuan karena pasti ada sesuatu jika tiba-tiba putra memintanya datang ke kantor dengan segera.
**
Dean lalu akhirnya masuk ke ruangan putra, ia terlihat sedang membaca surat yang ada di tangan nya,
"Kenapa put?" tanya dean ketika duduk di depan meja nya
Putra lalu melempar surat yang ada di tangan nya ke meja, dean lalu mengambilnya dan membacanya, ketika sadar surat tersebut adalah surat penawaran buyback dari perusahaan milik iren, dean melirik kepada putra,
"What do you think?" tanya putra sambil tersenyum dan mengangkat alisnya
"Up to you, that's your request" jawab dean sambil menaruh surat tersebut ke meja
"Ajak meeting, segera"
"Ok"
Di hari yang sama, dengan langsung menghubungi asisten nya untuk membuat meeting di salah satu hotel bintang 5, mengundang semua direksi C&M dan beberapa investor Seri B yang sudah investasi di perusahaan iren, termasuk mengundang Iren sendiri.
********
Iren datang ke Hotel tersebut ditemani asisten nya dan salah satu direksi di perusahaan nya, ketika memasuki ruangan meeting yang telah di persiapakan, ia bersalaman dengan semua investor perusahaan miliknya, ia lulu duduk di kursi yang sudah di persiapkan, ia melihat sekeliling, hanya tinggal direksi dari C&M atau Dean yang belum hadir di tempat ini, ia lalu mencoba berbincang beberapa saat dengan salah satu investornya, hingga akhirnya ia melihat pintu terbuka, matanya terbelak sadar bahwa putra sendiri yang datang ke tempat ini untuk membahas perihal buyback permintaan dirinya, lalu diikuti oleh dean dan asisten nya. Putra lalu duduk tidak jauh dari dirinya di meja bundar tersebut, hanya terhalang oleh satu kursi yang diisi oleh dean, tak banyak basa-basi, putra langsung meminta iren sendiri untuk menjelaskan penawaran buyback yang bisa ia lakukan, ia ingin penawaran tersebut dijelaskan oleh iren langsung, tidak oleh direksinya atau asisten nya. Iren lalu berdiri dan berjalan ke depan mereka dan menjelaskan opsi penawaran yang ditawarakan oleh iren. Setelah selesai menjelaskan penawaran tersebut dan memberikan harga yang ditawarkan, iren lalu kembali duduk untuk menunggu persutujuan dari putra. Putra terlihat terdiam beberapa saat seperti memikirkan sesuatu sambil memainkan pulpen yang ada di tangan nya,
"Kurang" jawab putra lurus menolak angka pertama yang di tawarkan iren
Iren yang telah mempersiapkan angka lain yang ada di kepalanya, lalu mencoba menawarkan kenaikan lebih lagi yang awalnya $48juta menjadi $55juta,
"Kurang, kalo gaada angka yang bagus, saya yang mau akuisisi 100% perusahaan ini" jawab putra dengan tenang dan balik menawarkan untuk mengakuisisi perusahaan milik iren.
Beberapa investor kaget dengan pernyataan putra, tapi mereka sadar bahwa putra sedang tidak bercanda, beberapa mulai memikirkan penawaran tersebut karena itu berarti adalah keuntungan untuk investor yang sebelumnya mendanai berbarengan bersama putra di Seri B. Iren terpaku diam, karena yang awalnya ia berniat untuk menggertak putra dan tidak ingin ada putra di perusahaan nya, ternyata putra balik menggertak akan mengakuisisi seluruh perusahaan nya, dan jka terjadi, itu berarti perusahaan yang selama ini ia bangun akan menjadi milik putra.
"Angka yang ada di kepala saya mulai dari $450juta, terserah mau di pertimbangkan atau engga, yang jelas sejauh ini gaada angka yang menarik untuk buyback posisi saya di sini" sahut putra
Beberapa investor diam-diam memperhitungkan keuntungan yang akan mereka dapatkan jika putra balik mengakuisisi perusahaan milik iren yang mereka investasikan, mereka akan mendapatkan keuntungan sekitar 65% dari nilai investasi awal. Iren tidak bisa memberikan penawaran lain, karena investor baru yang ada di belakang nya dan telah diskusi sebelumnya hanya siap dengan $55juta untuk menggeser putra. Rapat menjadi penuh sunyi, putra sedari tadi hanya diam saja memandang lurus ke arah jendela sambil terus memainkan pulpen nya, hingga akhirnya dirinya sudah mulai merasa bosan,
"Masih ada tawaran lagi? atau hadirin sekalian mau ikut buyback juga?" tanya putra kepada iren lalu melirik kepada investor sebelumnya jika mungkin saja ada yang mau ikut buyback posisi dirinya. Mereka semua hanya diam.
"Yaudah, kalo sekiranya gaada lagi, saya izin pamit duluan, kalo emang Iren ngga mampu buat jalanin perusahaan, kasih tau aja" jawab putra sambil berdiri dan berjalan keluar setelah menyalami beberapa investor yang awal mendanai bersama nya.
Iren sangat sakit hati dengan perkataan putra sebelum ia pergi, karena iren merasa putra mempermalukan dirinya di depan semua investornya. Di perjalanan pulang ia terus menangis di dalam mobil merasakan sakit dalam hatinya, dendam nya semakin besar kali ini, tapi ia masih kebingungan bagaimana cara menyingkirkan putra dari jajaran investor perusahaan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tempo Of Love
Romance(Sequel From Rhythm Of Love) Putra Askara Akhirnya memilih untuk mengikuti wasiat terakhir Ayahnya untuk melanjutkan pendidikan di New York, meninggalkan perasaan yang ada dalam dirinya, meninggalkan orang yang ia sangat sayangi. Tapi seperti Tempo...
