Another side

20 0 0
                                        

Sambil menikmati air hangat di bathub, iren memikirkan apa yang dilakukan dirinya, dan merasakan perasaan nya kepada putra saat ini, ia masih bingung dengan perasaan nya, ia masih memiliki dendam yang sangat besar kepada putra, tetapi juga di waktu yang sama hatinya masih sayang dengan putra.

Selesai mandi, iren mencoba membuka laptop nya dan mengecek beberapa pekerjaan nya, hingga perhatian nya teralihkan oleh notifikasi pesan dari seseorang.

********

Putra sedang sibuk dengan segala pekerjaan nya, ia juga sedang menghadapi masalah di beberapa perusahaan yang di investasikan oleh dirinya yang sudah memiliki pandangan berbeda dengan Mira saat ini. Selama beberapa minggu putra terus berdebat dengan Mira, hingga sampai Nabilla pulang, ada satu kata dari Mira yang menghina putra, Nabilla mengetahuinya dan meminta putra untuk memutuskan hubungan bisnis nya dengan Mira di semua lini.

**

Dean sudah mulai kewalahan dengan pekerjaan nya yang semakin beresiko karena Nabilla juga ia nilai sudah mulai ikut campur dengan segala urusan putra dan dirinya. Ia juga sudah mulai diminta oleh pasangan nya Caroline untuk undur diri dari putra. Dean pun mulai sering memimirkan keputusan nya untuk bertahan atau pergi dari putra.

**

Putra sedang duduk di ruangan nya seorang diri, dean sudah pamit pulang setelah sempat berbicara sedikit mengenai pikiran nya untuk undur diri dari perusahaan putra. Ia kali ini terlihat sedang bersandar di kursinya yang menghadap ke luar dan melamun sambil menikmati sebatang rokok, karena akhir-akhir ini juga putra diam-diam kembali merokok berniat untuk sedikit menenangkan dirinya. Nabilla juga sedang sedikit bertengkar dengan putra karena mereka beberapa hari yang lalu sempat cek cok karena beberapa masalah, terutama karena putra yang Nabilla nilai sudah terlalu lembek dari sebelumnya dalam setiap keputusan bisnis nya.

********

Iren sedang dalam perjalanan untuk bertemu seseorang yang sudah janjian dan sedang dekat dengan dirinya saat ini. Karena selama beberapa minggu terakhir juga putra tidak ada sama sekali menghubungi dirinya, dan ia juga sudah terlalu lelah untuk terus menunggu dan berharap kepada putra, walaupun putra sudah memberikan banyak kepada dirinya, tapi ia pikir itu bisa di kembalikan nanti jika memang dirinya tidak kembali ke pelukan putra, pikirnya.

Ketika sampai, pria tersebut sudah menunggu dirinya di depan reatoran tersebut, dan mengajaknya berjalan masuk dan langsung ke meja yang telah dipesan,

"You're so pretty" sahut pria yang sedang bersama Iren

"Thankyou" jawab Iren sambil duduk di kursinya

Mereka berdua lalu menikmati makan malam sambil berbincang untuk mendekatkan diri.

**

*suara dentuman musik terdengar dari dalam ruangan

Putra kali ini sedang berada di Zouk bersama beberapa teman bisnis lainya yang tidak di disclosure oleh dirinya kepada khalayak umum, bahkan kepada Nabilla, hanya Dean dan dirinya saja yang tau. Mereka sedang berada di ruangan VVIP, tempat yang terpisah dari Dancehall ataupun bagian umum di Zouk. Selesai sedikit berbincang dengan teman nya, putra duduk di depan meja bar di ruangan tersebut dan melamun sambil memegang segelas cocktail di tangan nya. Dean tiba-tiba datang bersama seseorang yang mengikuti di belakangnya, akhirnya dean mengenalkan seorang Kepala Farmasis yang selama ini telah bekerja di perusahaan ini, dan mereka sempat berbincang mengenai produk yang sedang mereka buat. Lalu perbincangan Putra dilanjut dengan kepala Federasi Olahraga Bola di Indonesia di ruangan tersebut.

**

Putra kembali ke rumah sekitar pukul 4 Pagi, Nabilla terlihat tertidur di sofa tengah rumah, putra lalu perlahan mengangkatnya dan memindahkan nya ke kamar, memberikan ciuman kecil di pipinya dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan mandi lalu tidur di sisinya.

Tempo Of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang