Takdir gak ada yang tahu.
Anlea bagi Alfi adalah segalanya. Pun, Alfi bagi Anlea adalah rumahnya.
🔋🔋🔋
:kalau mau baca versi au nya juga bisa cek langsung ke tiktok saya ya❗ 89% beda alur.
start:kam, 8 february 2024.
Pesan singkat yang dikirim sama Regan di WhatsApp itu berhasil membuat mood seorang Anlea jadi ambyar. dia heran banget sumpah! kenapa Alfi bisa gak sesayang itu sama dirinya sendiri sementara begitu menyayangi dia.
"Bangsat! malah di rijeck telpon gue?"
Anlea mengigit bibirnya karena Alfi sengaja merijeck panggilan telepon darinya.
"Jadi gitu mau lo? oke. "
Smirk Anlea terangkat sempurna.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Anlea mengabaikan pesan berupa ancaman dari pacarnya itu. lebih baik gak dibalas sama sekali dari pada meladeni Alfi yang membuatnya pusing. lagian dia gak serius ingin putus dengannya. dia hanya ingin melampiaskan kekesalannya karena Alfi gak mengangkat teleponnya.
"Ya. kenapa dengan ekspresi diwajah lo?" tegur Adisca sejak tadi memperhatikan wajah bete Anlea.
"Alfi berantem lagi. "katanya membuang muka menopang dagunya.
Dia ingin langsung menghampiri Alfi akan tetapi sekarang dia masih bersama Adisca dan Pretty. dia cewek itu pasti ngotot pengen ikut kalau tau dia mau ke markas Gravixo. lagian kalau Anlea bilang mau ke kos pun mereka akan tetap ikut.
Jalan satu-satunya Anlea harus meladeni dua orang ini dulu sampai mereka pulang.
"Kayaknya cowok lo lagi banyak masalah, Ya?" jawab Pretty.
Benar. Alfi itu rajin ke sekolah. dia akan menjadi seperti orang gila hanya setelah bertemu atau mengobrol dengan papanya. Anlea gak tau apa yang Alfi dan papanya bicarakan tempo hari. dia juga malas mempertanyakan sebelum Alfi sendiri yang berniat untuk menceritakannya.
"Dia habis ketemu papanya tempo hari. sepanjang perjalanan pulang dia gak ngomong sepatah katapun sama gue. dia cuman nganterin gue ke kos habis itu langsung pergi. "Ucap Anlea menjelaskan.
"Ah sial! gue khawatir banget sama dia. bisa bisanya dia bikin gue jadi kesal begini? "
Adisca mengipasi wajahnya yang kepanasan.
"Kalau anak cowok itu emang begitu Ya. apalagi dia gak akur sama papanya kayak si Alfi? kebanyakan memang bakal ngelampiasin emosinya dengan cara nyakitin diri sendiri. gak heran sih Alfi begitu. toh dulu papanya kan bajingan besar?"