Selamat membaca ❗
.
.
.
Pukul 4 sore.
"Baru pulang?"
Anlea menatap mamanya di ambang pintu. wanita itu menampakkan tatapan tak sukanya akan kepulangan gadis itu. lalu dia bersedekap memperhatikan Anlea.
"Malam ini papamu ngajakin ke acara perayaan ulang tahun perusahaan temennya. kamu harus datang bersama Rafael. ngerti?"
Anlea tak menjawab. dia cuman berlalu begitu saja. langkahnya menaiki anak tangga, di mansion besar tersebut dia di sambut oleh para pelayan dengan ramah.
Setibanya di kamar Anlea membaca pesan singkat yang di kirim oleh Rafael padanya.
Jam 7 malem gue jemput
Anlea menghela napas berat.
"Uhuk uhuk" rasanya tenggorokannya perih. gadis itu berlari menuju kamar mandi.
Hizca masuk tanpa permisi. dia yang mendengar suara batuk Anlea tak kunjung berhenti, pun, melangkah menggedor pintu kamar mandi.
"Anlea kamu kenapa?! kamu habis jajan sembarangan lagi, ya?!!"
"Its okay mom!"
Hizca menghela napas mendengar jawaban Anlea. lalu dia pergi meninggalkan kamar itu.
Anlea keluar dari kamar mandi setelah beberapa detik setelahnya. gadis itu melangkah menuju meja riasnya mengusap wajahnya menggunakan tissue.
Dia menaiki kasur tanpa menggantikan seragamnya.
"Alfi lagi apa, ya?"
***
Pukul 7 malam Rafael tiba bersama mobil kesayangannya menjemput Anlea. penampilannya terlihat rapi dan lebih keren malam ini. Anlea mengenakan dress malam yang tidak senada. Rafael pun memicingkan matanya melirik Anlea.
"Kenapa lo gak pakai gaun yang gue kasih?" tanyanya.
Anlea memutar bola matanya malas. "Gak cocok. gue gak suka warna pink, "jawabnya singkat. "Udah ayo! gue mau cepet pulang. "
Anlea lekas melangkah masuk kedalam mobil di susul sama Rafael. orangtua Anlea sudah lebih dulu menuju pesta.
Di perjalanan Rafael memperhatikan Anlea melalui ekor matanya. tak terungkapkan betapa senangnya dia bisa menghabiskan waktu malam ini bersama Anlea. gadis itu terlihat amat cantik dan anggun berbalut dress silvernya.
"Besok bakalan trending pasti, kita habis kepesta berdua?" beo Rafael membuka suara dalam keheningan.
Anlea diam menatap keluar jendela mobil.
"Kita kan cuman nurutin kemauan orangtua. "Jawab Anlea. "Bukan keinginan kita, "sambungnya.
"Lo gak suka, pergi sama gue, Ya?"
"Gue bukan gak suka. gue cuman gak mau cowok gue salah paham aja ngeliat kita berdua ke pesta. "
"Ck. biarin aja. lagian kan, dia baru cowok lo doang. sedangkan gue tunangan lo?"
"Arlang, "Anlea melirik cowok itu masam. Arlang tahu, arti tatapannya tersebut.
"Sorry. gue hanya bicara fakta. "
Kenapa lelaki ini sangat menyebalkan sekali?
Tiba di gedung bintang lima. Anlea terus merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa melawan keinginan orangtuanya. dia sangat risih dan tidak menyukai tempat tempat seperti ini, dimana para manusia manusia bermuka dua berkumpul.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFIANLEA {completed}
Fiksi RemajaTakdir gak ada yang tahu. Anlea bagi Alfi adalah segalanya. Pun, Alfi bagi Anlea adalah rumahnya. 🔋🔋🔋 :kalau mau baca versi au nya juga bisa cek langsung ke tiktok saya ya❗ 89% beda alur. start:kam, 8 february 2024.
