Not Me
ulang tahun ke 13 sekolah kami diadakan setelah penerimaan murid baru dan sekaligus perayaan masuknya murid murid asing yang datang ke negari ini, aku sebagai panitia akan sibuk membenah beberapa penampilan yang akan mereka persembahkan.
"anak kelas 1 berebut kostum di audit tolong ya ketua panitia" guru ku datang sambil menepuk pundakku, aku hanya tersenyum dan pergi ke audit.
sesampainya aku kesana aku melihat beberapa anak yang sedang bertengkar jadi aku menarik semua kostum mereka dan menyuruh mereka diam, semua menurut kecuali satu anak yang seperti panik tapi aku tidak memperdulikannya.
"tolong, siapa regu pertama yang tampil" beberapa anak mengangkat tangan. "karna ini cukup pentas pertama, kakak akan kasih kekalian tapi langsung kasih keteman sesi ke 2. nanti kakak bakal atur jadwal kalian agar tidak terburu buru" aku melihat beberapa anak paham dan aku pergi untuk mengurus lain lagi.
"tunggu" aku berbalik, siapa yang berani memegang baju ku.
"ya?" anak panik tadi?.
"aku, tidak tampil tapi ditarik kemari boleh gak aku keluar dari sini"
"gak bisa, kamu gantiin teman kami yang gak datang" seorang laki laki menariknya.
aku lanjut jalan karna dipintu sudah ditunggu panitia lain yang ingin menanyakan beberapa hal.
=
Selagi pentas beberapa anak aku duduk sejenak untuk mendinginkan kepala, drama nya bagus dan sampai dipenghujung acara rupanya aku tidak dipanggil panggil untuk melakukan pidato penghormatan jadi aku ke belakang panggung.
aku membuka pintu ruang rias lalu langsung bertatapan dengan sikecil tadi dia memberontak menangis dipegangi beberapa orang, aku melirik panitia disana. mereka menggeleng dan menyuruhku mengurusnya ini dari tadi ditunggu mereka rupanya.
"lepaskan dia" ucapku pada seorang pria berbadan besar, aku berjongkok untuk melihat dia yang tertunduk sambil duduk dikursi.
"ada apa hmm?" baru saja mau mengusap pipinya yang berair namun tanganku ditepis lalu dia kaget dan menangis lebih histeris, yang lain menatapku dengan mengejek haa hilang sudah image ku yang penenang murid murid kayaknya kali ini aku akan mendapatkan tantangan lagi.
"ayo kita pergi keluar dulu cari angin segar?" mengulurkan tangan, dia menggeleng. "its oke kalau kamu gk mau tampil kami gak maksa kamu kok" aku ditepuk senior ku disebelah.
"dia harus tampil, beberapa hal cuman dia yang bisa tampilin" aku berdiri dan menatap senior ku.
"kalau dia gak mau kenapa harus dipaksa?" menatapnya sambil mengerutkan dahi, apa urusan mu untuk memaksanya tampil hah kau tidak punya hak untuk itu.
senior itu berdiri bahkan dia tidak bisa menandingin tinggi ku, apa mau mu bung. "sudah kubilang cuman dia yang bisa berperan sebagai gitaris malam ini"
"kudengar dia cuman pengganti, apa kakak punya hak untuk mengatakan dia harus tapi dia tidak mau?"
plak
aku tersenyum dia menamparku "haha" baru saja ingin meninjunya beberapa anak menarikku.
"tenang dulu, kok masalahnya makin besar" panitia lain.
"KETUA PANITIA" teriak dari sebelahku, kami semua diruangan menatap orang berteriak.
"kepala sekolah"
"aku undur diri" menarik sikecil yang dari tadi ketakutan menjauhi semua disana, walau dia memberontak tetap saja dia tertarik oleh aku yang besar badan.
