mybe

13 1 0
                                        


Not Me

Aku besar dipanti asuhan bersama 4 saudara yang selalu bersama, walau bukan hubungan darah kandung tapi kami selalu bersama dalam hal apapun jadi ketika aku diadopsi aku selalu ingin sekali kembali kepanti asuhan. Pada saat itu umurku sudah 15 tahun dan ibu panti merasa aku sudah cukup untuk diperkenalkan keteman dekatnya yang ingin mengasuhku, jadinya kami harus berpisah dan aku harus bersama dengan keluarga baruku.

setelah berada di rumah baru, Aku memiliki kakak tiri jauh lebih tua dari ku sekitaran 9 tahun. dia sangat menyayangiku seperti adik kandungnya sendiri, kenapa aku bisa mengatakan seperti itu? Karna dia juga memiliki adik kandung namun kami tidak pernah dibeda bedakan satu sama lain. Orang tua angkatku juga begitu mereka selalu menyamaratakan anak anak mereka, namun setelah orang tua kami meninggal aku merasa terabaikan.

Kakak ku menikah dengan bos kantornya, adikku harus lanjut studi keluar negri dan aku sendirian dirumah mengurus pekerjaan yang ditinggalkan oleh ayah angkatku. Aku menantikan kabar mereka hari demi hari, namun ini nihil mereka bahkan tidak mampir kerumah kami. Aku merasa frustasi karna ini tapi untung saja kucing berbulu lebat yang kudapat dari kakak sebelum dia bulan madu menamani ku setiap waktu.

Aku menelfon adikku,

"hy kak, kau ingin vid call?" sebelum aku menjawab dia sudah menekan vid call.

"kau tau, disini sangat menyenangkan aku belajar banyak hal bahkan dinegara kita tidak ada seperti ini, pantas saja kamu bisa secerdas itu sampai sampai kakak suruh balik cepat kerumah hahaha" dia tersenyum lebar.

"iyaa, hati hati dengan pergaulan disana okee. Aku tidak mau mengurus mu ketika ada hal yang membuatmu bermasalah"

"wah kejamnya, aku disini baik baik saja. Dan sudah malam juga, aku baru selesai belajar untuk ulangan namun aku merasa soalnya sangat konyol"

Kami tertawa, "kau yang konyol tidak bisa menyelesaikan soal itu"

"hy, aku sicerdas. Kau tau ayah bahkan mengatakan kalau aku sangat cerdas diantara kau dan kakak"

"hahahah itu hanya penyejuk hati bodoh"

"aku mengakuinya" dia bertindak bodoh lagi ketika dia berfikir.

"aku merasa kesal karna kakak tidak mampir kerumah" ucapku ketika dia mulai berdiri.

"owh ya? aku sering ditelfon kakak akhir akhir ini"

"aku tidak, bahkan pesan pun tidak pernah dibalas" aku mengadu.

"hy kakak, aku disini sangat merindukanmu" dibalik layar kakak ku berpelukan dengan adik, "lihat ini kakak sudah ada disini" menunjukkan kakak yang membawa koper bersama suaminya.

Aku canggung ketika dia kaget melihat ku dilayar hp adik, namun aku tersenyum. "hallo kak, berlibur untuk ke 2 kalinya?" tanya ku.

"bukan ini yang ke 4 kalinya kau tau, dasar orang kaya sialan. Berikan aku uang jajan lebih" memukul pelan bahu kakak.

"hahaha, pasti ada" suami kakak.

"lihat lihat, kali ini aku mendapatkan hadiah lagi dari mereka" adikku loncat loncat sambil memperlihat kan belanjaan yang banyak.

"waaa benarkah aku sangat senang" ucapku dari balik layar.

"apa kalian akan pulang besok? Berikan langsung hadiah untuk dia. Dia menunggu kakak tau" ucap adik yang menunjukkan beberapa belanjaan disudut ruangan lain.

"berikan hp nya kakak ingin berbicara"

Ketika itu adikku merikan hp nya pada kakak dan keluar dari kamar adik menjauh dari mereka, aku menatap layar yang entah mengapa membuatku pengap seolah olah aku terjebak di layar kaca.

Obses To My HannyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang