HAYOW!
I HAVE YOU LIKE MY STORY
HAPPY READING
AND
SORRY FOR TYPO
•••
Jakarta selatan, 09:50 wib
Naufal, ia terduduk di kursi tunggu rumah sakit tempat nofal dirawat.
Dengan wajah pucat dan rambut berantakan, ia tak memperdulikan segala tatapan intens yang tertuju padanya.
"Nana?" lantas, Naufal mendongak kala suara serak memanggilnya.
"pulang, ayah bisa jagain nono. kamu juga perlu istirahat." Naufal hanya diam dan kembali menunduk. Axel menghela nafas panjang, ia duduk dan memposisikan diri di sebelah Naufal.
"kalau kamu juga ikut drop, gimana perasaan Nono? kamu gak mikirin ke sana?" Naufal hanya menunduk, ia tak menjawab.
"yah.." suara lirih Naufal mengudara, membuat Axel menatapnya rumit.
"kenapa jadi kayak gini? Aku gak ngerti sama jalan takdir yang Tuhan buat untuk aku," suaranya masih sama, lirih dengan serak yang mendominasi.
lantas, Axel dengan sigap memeluk Naufal, membuat Naufal dengan erat membalas pelukan itu.
"kamu capek? pulang ya, nanti ayah juga pulang kalau bunda kamu udah sampai ke sini." Naufal menggeleng tanpa menjawab, ia hanya memeluk erat Axel.
"na, berobat ya?" suara Axel kini juga serak karena air matanya yang entah sejak kapan ikut meluruh.
"nanti, kalau kamu tinggalin ayah..ayah gimana jagain nononya?" Naufal tak menjawab, ia hanya menangis dengan nada lirih.
"jalanin pengobatan ya na?" Naufal melerai pelukannya pada axel, menampilkan wajahnya yang kian memucat.
"aku gak peduli tentang itu. aku, lebih takut membayangkan hidup nono tanpa aku dibanding kematian itu sendiri yah." Axel menggeleng, ia tak terima akan ucapan Naufal yang seolah tak mau berjuang.
"Nono akan sembuh, kita akan cari donor yang tepat untuk dia. dan juga, dia udah sembuh dari penyakit, berkat kamu," Naufal tersenyum lega, mendengar satu beban nofal sudah berkurang.
"yah..boleh aku jadi pendonor itu? aku akan menjalani pengobatan sepenuhnya." Axel menggeleng lagi, bukan itu yang ia maksud.
"biarin ayah egois kali ini, ayah mau kalian berdua sembuh, ayah gak mau kehilangan untuk kedua kalinya na. itu sakit, sakit sekali," melihat Axel yang menuduk sembari menangis, Naufal lantas memeluk Axel.
"maafin Nana, Nana nyakitin ayah," Axel menggeleng, ia memegang erat bahu Naufal.
"kamu gak pernah nyakitin ayah. ayah mau, kamu jalanin pengobatan untuk diri kamu sendiri, bukan orang lain. ayah akan berusaha lebih keras untuk dapetin donor jantung untuk Nono." Naufal hanya tersenyum sebagai jawab dari ucapan Axel, melihat itu Axel kembali memeluknya. Axel mengerti, sangat mengerti akan jawab dari Naufal.
Nofal, saudara satu rahim Naufal itu terlahir dengan jantung yang jauh lebih lemah dibanding Naufal. Naufal yang terlahir sehat, sedangkan Nofal yang harus menjalani pengobatan selama hidupnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Abu (End)
Teen Fiction"Bukankah kita hanya sebatas senja dan daratan?saling melihat tapi tak terikat, saling menatap namun tak menetap". -S.k "Gue usahain asal itu bikin Lo ba...
