SEMBILAN BELAS: Pandangan Genzano

360 26 5
                                        

Haiii,,, welkambekkkk!!

udah kayak kejar tayang aja nih. MAKANYA VOTE OIII!!

AYO KITA BIKIN EVERMORE 1 JUTA PEMBACA BISMILLAH...

Udah liat judul bab nya kan? Tau dong kali ini POV nya siapa? GASSS GAK SIHH??

Selamat membaca, enjooooyyyy<3

******

Beberapa bulan yang lalu...

Ketika Genzano memasuki ruang OSIS, hanya ada Cherelle di dalamnya. Genzano memasuki ruangan tersebut dalam diamnya. Tidak berniat membuat kebisingan.

Ia menatap Cherelle yang tertidur. Gadis itu seperti sangat nyaman dalam tidurnya.

Genzano menatap pergelangan tangannya. Jam menunjukkan hampir pukul 6 sore dan gadis itu masih tidur dengan nyaman.

Genzano hanya ingin mengambil botol minumnya yang tertinggal. Sesudah mengambilnya, Genzano berjalan menuju pintu. Ia menghentikan langkahnya. Kembali menoleh ke belakang, tepat dimana Cherelle masih pulas.

Genzano menghela napasnya. Ia melangkah mendekat. Tangannya mencolek pelan pundak Cherelle membuat gadis itu menggumam merasa terganggu.

Kembali Genzano mencolek pelan pundak gadis itu.

"Iya bun sebentar lagi," gumam gadis itu membuat Genzano tersenyum tipis.

Jadi, gadis ini mengira Genzano adalah ibunya?

Genzano dengan tidak santai kembali mencolek pundak gadis itu membuat Cherelle dengan cepat bangun dan menatap kesal. Gadis itu langsung melotot mendapati Genzano yang berdiri di sampingnya, bukan Agria seperti dalam benaknya.

"Eh?" ucap gadis itu dengan linglung.

Genzano berdiri tegap. Ia menatap jam tangannya.

"Udah mau malem," ucap lelaki itu lalu menatap Cherelle yang terkejut. Langsung gadis itu menatap layar ponselnya untuk melihat waktu saat ini.

Cherelle dengan cepat bangkit berdiri meskipun nyawanya belum terkumpul. Gadis itu sangat terkejut. Ia melewatkan sesi balletnya!

"Sial sial sial," maki Cherelle membuat Genzano menatap gadis itu dengan heran.

Begitu Cherelle ingin berlari keluar dari ruang OSIS, Genzano dengan cepat menahan pergelangan tangan gadis itu.

Cherelle menoleh terkejut. "Apa?" katanya.

Genzano melepas genggamannya lalu menggeleng. Ia menunjuk pinggir bibir Cherelle membuat mata gadis itu membulat dan mengusap pinggir bibirnya.

Langsung saja Cherelle berlari menjauhi Genzano, keluar dari ruang OSIS, membuat Genzano terkekeh.

Lucu juga.

******

Genzano berjalan santai meskipun lampu kelas sudah banyak dimatikan dan suasana sudah gelap. Ia berjalan menuju gerbang sekolah.

Keningnya berkerut melihat Cherelle masih ada di sana. Berulang kali menatap dan memaki kesal ponselnya. Gadis itu juga mengacak rambutnya berkali-kali. Seperti frustasi pada dirinya sendiri.

EVERMORECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang