Setelah melihat kemenangan Howard, Dino merasa tambah bersemangat karena dia sudah tidak sabar untuk berhadapan dengan Howard di babak final. Sebelum itu, dia harus mengalahkan Black Forte terlebih dahulu.
Selang satu jam usai pertandingan Howard vs Richard, Dino dan Black Forte nemasuki arena pertempuran. Mereka berdua saling mengeluarkan tatapan tajam yang ambisius karena mereka berdua sama-sama ingin menang.
Black Forte memulai serangannya dengan begitu beringas. Dia menubrukkan tubuhnya ke arah Dino tanpa ragu-ragu. Namun, Dino berhasil mengatasinya dengan begitu mudahnya. Dia bahkan memberikan beberapa serangan balasan yang cukup kuat untuk membuat Black Forte kesakitan.
Dalam pertarungan itu, kekuatan keduanya bisa dibilang hampir seimbang. Dino harus mengerahkan kekuatannya secara totalitas untuk menghancurkan pertahanan Black Forte yang sekeras baja.
Setelah pertarungan itu berlangsung kurang lebih satu jam lamanya, hasil akhir pertarungan itu mulai terlihat jelas. Sesuai dengan tebakan para penonton, Dino pada akhirnya mampu mengalahkan Black Forte dengan serangan brutalnya.
Kemenangan itu membuat Dino lolos ke babak final secara otomatis.
***
Selama berada di ruang perawatan, Howard melihat pertarungan Dino melawan Black Forte dengan seksama. Dia mengumpulkan informasi dan detail-detail kecil yang bisa digunakan untuk mengalahkan anak itu.
Di sampingnya, Howard ditemani oleh Margareth yang sedari tadi khawatir dengan luka-lukanya. Meskipun demikian, luka tersebut bisa pulih secara bertahap berkat teknologi medis yang dimiliki oleh Hexagon.
Margareth sempat memarahi Howard habis-habisan karena anak itu terlalu memaksakan dirinya dalam pertempuran. Dia sangat takut terhadap kemungkinan terburuk yang bisa menimpa Howard.
Walaupun Margareth tidak bisa mengucapkannya secara gamblang, perhatiannya kepada Howard sudah cukup membuktikan bahwa dia menyayanginya. Hal itu sudah cukup untuk membuat Howard senang.
Tanpa sadar, tatapan Howard tertuju pada kaca jendela ruangan tersebut. Ekspresinya berubah menjadi kaget saat dia melihat Pink Valentine berdiri di sana. Gadis itu menyapa Howard lewat isyarat tangan tanpa disadari oleh Margareth.
Tak lama setelah itu, Pink pergi begitu saja tanpa ada beban. Howard hanya mengernyitkan dahi karena dia merasa gadis itu sangat aneh. Dia bisa bertingkah manis dan konyol pada saat yang bersamaan.
Selang beberapa saat, Howard kedatangan satu tamu lagi yang tidak diundang. Dia pun meminta Margareth untuk keluar terlebih dahulu agar dia bisa berbicara secara privat dengan tamunya.
"Ada urusan apa lagi kau kemari?" tanya Howard.
"Kau masih menyebalkan seperti biasa. Aku hanya ingin memastikan bahwa kau tidak mati," balas Dino dengan ketus.
"Hah, mana mungkin aku mati hanya gara-gara luka seperti itu? Leluconmu tidaklah lucu."
"Kau hebat juga bisa membuat Richard seperti itu. Perlu kau tahu, dia bukanlah pria biasa karena dia dianggap sebagai orang nomor tiga terkuat di kelompok Medieval Knight. Dia adalah tantangan terbesar di turnamen ini," ucap Dino dengan nada serius.
"Kau benar. Dia benar-benar pria yang kuat. Aku tadi hanya beruntung," balas Howard sembari menundukkan kepalanya.
"Terserah saja kau bilang itu keberuntungan atah keajaiban. Hal itu tidak mengubah fakta bahwa kau telah menang," balas Dino dengan agak keras.
"Lebih baik kau istirahat total agar kau bisa melawanku secara maksimal besok. Aku mau pergi dulu," ucap Dino lagi.
Tak lama setelah Dino pergi, 45 beserta teman-temannya menyeruak masuk. Wajah mereka terlihat cukup lesu seolah-olah mereka baru saja mendapatkan berita buruk.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEXAGON
AcciónThe Spirit of Fallen Star Part 2 Seluruh anggota Hexagon berkumpul dalam sebuah acara sakral bernama Festival Havenstar. Mereka saling bertanding dan beradu kekuatan untuk menunjukkan kehebatan mereka. Sayangnya, acara itu berubah menjadi kekacuan k...
