Saat Margareth sibuk berbicara dengan Kamikaze dan James bertarung melawan Double Handler, Magician dan Clownstar sempat bertarung cukup sengit melawan Big Shielder. Dia berusaha membuat celah agar dia bisa mengambil mahkota dari altar secara diam-diam.
Atas kehendak Magician, Clownstar menggila dalam pertarungan hingga badut itu membuat Big Shielder merasa tertekan untuk sesaat. Pada celah yang sempit itu, Magician berhasil menyelinap tanpa sepengetahuan musuh hingga mahkota itu berhasil dia dapatkan.
Namun, masalah baru muncul tanpa dia duga. Dua patung berarmor ksatria yang mengapit altar tersebut perlahan bergerak secara perlahan-lahan. Kedua matanya terlihat memancarkan cahaya merah terang dari balik helm pelindungnya.
Kebangkitan kedua patung penjaga itu mampu menciptakan getaran yang cukup terasa di sekelilingnya layaknya gempa bumi berkekuatan ringan. Hal itu sontak menimbulkan kepanikan di ruangan itu.
"Hei, Pria Aneh! Apa yang kau lakukan barusan?" tanya Big Shielder yang cukup terkejut ke arah Magician.
"Aku hanya mengambil mahkota ini saja. Tanpa kusadari, patung itu hidup dengan sendirinya," balas Magician dengan nada yang gelagapan.
"Aku tahu penyebabnya. Patung itu sepertinya aktif saat mahkota itu diambil dari tempatnya. Patung itu berperan sebagai penjaga yang menjadi tantangan terbesar kita untuk menaklukkan labirin ini," ucap Double Handler dengan serius.
"Jika kalian lihat dengan teliti, itu bukanlah patung biasa, melainkan Hexagator yang dirancang oleh Dr. Neuron. Hanya saja, desainnya dibuat mirip seperti ksatria abad pertengahan," sahut James menimpali.
"Aku pikir, tidak ada gunanya kita berdebat di sini. Sebaiknya, kita melakukan gencatan senjata dan bekerja sama untuk menghadapi kedua patung ini," Double Handler memberikan sebuah tawaran kepada James dan teman-temannya.
"Handler, apa-apaan kau ini? Tidak ada untungnya kita bekerja sama dengan mereka," sahut Kamikaze secara spontan.
"Kau salah besar. Mereka adalah petarung yang tangguh. Jika kita melawan kedua patung itu sendirian, kita akan kewalahan karena patung itu sangat kuat," balas Double Handler dengan begitu bijak.
"Aku sepakat dengan idemu. Lagipula, kami sudah mengaku kalah dari kalian. Paling tidak, kami bisa memberikan sedikit bantuan dengan sisa-sisa kekuatan kami," tutur James. Margareth dan Magician sependapat.
"Baiklah, mari kita berpesta dengan meriah hari ini!" ucap Double Handler.
Mereka pun membagi tim menjadi dua sesuai dengan jumlah lawan yang mereka hadapi. Tim yang pertama beranggotakan Handler, James, dan Margareth, sedangkan tim kedua beranggotakan Big Shielder, Kamikaze, dan Magician.
Sebelum patung A melancarkan serangan pertama, Double Handler memberikan komando kepada mereka untuk menyerang lebih dulu. Dia mengawali serangan itu dengan tebasan ganda secara vertikal ke atas. Lalu, dia mengeluarkan tebasan silang ke arah kepala patung itu.
Serangan Handler disusul dengan tembakan-tembakan James yang melesat cepat di udara hingga patung itu terkena ledakan yang cukup masif. Margareth pun tidak mau kalah. Dia memerintah White Bunny untuk melompat dan menyerang area perut patung itu dengan serentetan tinju.
Di sisi kanan, Big Shielder dipercaya untuk memegang komando tim kedua. Dia melemparkan tamengnya ke arah patung B dengan kekuatan penuh. Lalu, Kamikaze mengeluarkan serangan puting beliung yang lebih dahsyat dibandingkan sebelumnya. Terakhir, Clownstar melompat tinggi dan memukul kepala patung itu dengan keras-keras.
Kombinasi serangan mereka memang belum cukup untuk menghancurkan kedua patung itu, tetapi serangan itu cukup efektif untuk melemahkan kekuatan mereka. Selain itu, kedua patung itu tampak kebingungan menghadapi beberapa lawan sekaligus.
Patung A perlahan mengayunkan pedang besarnya ke area sekeliling. Begitupula dengan patung B. Bukan hanya itu, kedua patung itu juga menembakkan serentetan peluru dari mesin tembak yang terpasang di beberapa titik di tubuhnya.
Gerakan kedua patung robot itu memang cukup lambat, tetapi serangan mereka sangatlah berbahaya. Andai James dan teman-temannya tidak hati-hati, mereka bisa-bisa menerima dampak yang fatal.
Hanya dalam beberapa menit, serangan kedua patung itu mampu membuat aula menjadi kacau dan penuh dengan retakan di lantai dan dinding. Belum lagi, serangan kedua patung itu menjadi lebih agresif terhadap James dan teman-temannya.
Salah satu tembakan peluru patung A berhasil mengenai Margareth yang lengah sesaat. Hal itu lifebar gadis itu tinggal tersisa sedikit. Jika dia terkena satu serangan lagi, dia kemungkinan akan gugur seketika.
"Handler, aku sepertinya sudah tidak bisa bertahan lagi. Aku akan mempertaruhkan sisa-sisa kekuatanku pada serangan terakhir ini," teriak James dengan nada yang serak.
"Baiklah, aku akan menyalurkan seluruh tenagaku pada serangan berikutnya," balas Double Handler.
Teriakan James seolah-olah beresonansi dengan semua orang yang ada di sana. Tanpa banyak komunikasi, mereka langsung mengerti dengan maksud James dan Double Handler. Mereka mempersiapkan jurus pamungkas mereka dan berniat mengeluarkannya secara bersamaan.
James menggabungkan kedua pistolnya bersama alat khusus bazooka ditambah amplifier sebagai penambah daya serangannya. Dia kemudian mengisi energinya selama lima menit sebelum tembakannya siap untuk dilepaskan.
Selama kurun waktu tersebut, teman-temannya mulai melepaskan satu per satu serangan mereka. Margaret dan White Bunny menggunakan Jumping Flash Punches, sedangkan Magician dan Clownstar mengeluarkan Giant Size Hammer. Kombinasi serangan itu mampu meninggalkan beberapa retakan pada patung itu.
Tak lama berselang, Double Hander melepaskan teknik pamungkasnya yang bernama Rainy Slash dengan kedua pedangnya. Teknik itu berwujud puluhan tebasan udara tajam yang melaju dengan kecepatan penuh. Serangan itu membuat logam pada patung itu bercerai berai secara perlahan-lahan.
Di dekatnya, Kamikaze mengeluarkan badai angin raksasa yang mengamuk dengan seluruh energinya hingga tubuh patung itu terkoyak-koyak selama prosesnya. Lucunya, dia menamai jurus tersebut dengan istilah Heartbroken Cyclone karena dia merasa baru dikecewakan oleh Margareth.
Selang beberapa sat, Big Shielder mengambil kuda-kuda yang mantap untuk mengeluarkan jurus Shield Secret Power. Dia memukul tameng yang ada di hadapannya dengan kekuatan penuh ke arah patung tersebut. Tameng itu berputar-putar sangat cepat hingga serangan itu mampu menembus area perut patung tersebut.
Sebagai penutup, James melepaskan seluruh sisa-sisa energi dan tekadnya ke dalam satu serangan penghabisan. Sebelumnya, dia meminta seluruh orang di sana untuk menjauh demi menghindari ledakan yang dihasilkan.
"Inilah serangan terkuatku, Full Charge Maximum: Hell Explosion!" James mengarahkan serangan itu ke tengah-tengah lokasi patung yang jaraknya begitu berdekatan.
Tembakan itu sontak menghasilkan ledakan masif yang membuat tubuh patung itu hancur dan berubah menjadi puing-puing rongsokan. Bersamaan dengan kekalahan kedua patung itu, pintu keluar labirin itu langsung terbuka lebar.
Selang beberapa detik setelah serangan itu dilepaskan, tubuh James tersungkur lemah hingga dia pingsan akibat serangan kejut yang berasal dari gelangnya. Begitupun dengan Margareth dan Magician yang kehabisan tenaga.
Para anggota Medieval Knight masih utuh dan tetap berdiri tegak. Sebelum meninggalkan aula tersebut, mereka memberikan ucapan penghormatan kepada James dan teman-temannya. Mereka sangat terkesan dengan jiwa heroik yang ada pada diri James dkk.
"Aku akan mengingatmu sebagai lawanku yang sepadan, James," ucap Double Handler. Dia mengambil makhkota yang tadi tergeletak di atas lantai sedari tadi. Setelah itu, dia beserta teman-temannya pergi meninggalkan aula tersebut sebagai pemenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEXAGON
ActionThe Spirit of Fallen Star Part 2 Seluruh anggota Hexagon berkumpul dalam sebuah acara sakral bernama Festival Havenstar. Mereka saling bertanding dan beradu kekuatan untuk menunjukkan kehebatan mereka. Sayangnya, acara itu berubah menjadi kekacuan k...
