"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
يبقى الحب مجرّد كلمة حتى يأتي أحدهم ويعطيها معنى
Cinta akan tetap hanya sebatas kata hingga datang seseorang dan memberinya makna.
"""
"Lo setan yah! Selalu muncul dimana aja perasaan" Tegas Asya menatap Rafa tak suka. "Kamu tidak tahu dimana sekarang Kamu berdiri?"
"Ditanah lah" Jawabnya memutar mata malas. "Lebih tepatnya di tanah dan di rumah Orang Tua Saya"
"Songong bener Lo, awas Gua mau ke Umma" Ucap Asya hendak meninggalkan Rafa.
"Umma?" Tanda tanya Rafa pada Asya.
"Iya kenapa? Minggir Lo, Umma" Panggil Asya ketika melihat Aisyah menghampirinya.
"Kenapa nak? Sudah selesai telephone Bunda sama Ayah nya?" Tanya Aisyah, Asya menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Emm u-dah kok Umma"
"Baguslah kalau begitu"
"Umma Asya boleh izin gak?" Tanya Asya kembali sambil memegang Lengan Aisyah untuk berusaha merayunya.
"Umma"Panggil Rafa, Aisyah melihat Rafa "Ada apa nak?"
"Rafa ke sini mau pamit, Tapi Rafa belum bilang ke Abi untuk ngisi acara" Jelas Rafa.
"Emm Umma, Asya juga mau izin. Boleh gak?" Tanya Asya kembali, walaupun ini membuatnya ragu tetapi Asya harus bisa mengambil hati Aisyah.
"Izin kemana Nak?" Hendak Asya ingin menjawab namun Rafa langsung mendahuluinya "Umma Rafa izin bawa mobil Abi yah?" Tanya Rafa kembali.
Asya yang melihat itu merasa kesal karena Rafa selalu menyelang ucapannya "Heh Lo gak liat apa Gua lagi ngomong? Maen nyelonong aja lo!" Tegas Asya melirik Rafa tak suka.
"Saya berkata jujur dan ini jauh lebih penting dari pada Kamu"
"Enak aja! Umma izinin Asya yah?" Mohon Asya kembali, Rafa melihatnya malas. Aisyah kebingungan melihat Rafa dan Asya bergantian. "Kemana nak?"
"Tempat baju panjang-panjang gitu Umma, soalnya baju yang Bunda kasih kegedean" Jawab Asya mencari alasan apapun agar Aisyah memberinya izin.
"Kamu mau beli baju gamis?" Tanya Aisyah yang di angguki Asya.
"Emm i-ya Umma,Kek nya di mall juga banyak, jalan yang mau ke kota baru deh Umma"