"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
وماقدراللههوالأفضل
Dan apa yang Allah takdirkan adalah yang terbaik
"""
(Guys bantu vote dong. Aku bakalan lanjut kalau udah 1,50 vote dan 2k coment. Kalau belum tembus aku gak bakalan dulu up)
"""
"Mas gak papa kan?" Tanya Asya menatapnya lekat, Rafa menggeleng.
"Mas keliatan panik banget."
"Mas khawatir Kamu kenapa-napa Sya." Jawab Rafa walaupun ia sudah menemukan Asya namun kecemasannya masih terasa.
"Asya kan udah ada di depan Mas, lagian Asya udah izin ke Umma buat ke asrama."
Rafa menggangguk seraya memeluk Asya kembali." Lain kali izin ke Mas juga yah." Pinta Rafa. "Maaf, Asya enggak ngasih tau."
"Enggak papa, sekarang kita kembali ke ndalem."
Mereka berdua pun berjalan ke ndalem. Saat tiba di ndalem Asya duduk di sopa ruang tv asik melihat Rafa mencari remot tv.
Aisyah melihat Asya sedang berada di ruang tv dengan Rafa yang mencari sesuatu.
"Ini Asya nya ada, tadi di umumin di mushola siapa?" Tanya Aisyah merasa keheranan. Jelas-jelas ia tidak salah dengar. Asya membalikan badan untuk melihat Aisyah.
"Rafa suruh Ustadz zevan untuk mengumumkan itu Umma." Cengengesan Rafa. Merasa sedikit malu.
"Kan sudah Umma jelaskan, Asya ke Asrama."
"Emm ini salah Asya kok Umma. Karena Asya gak izin sama Gus Rafa." Asya sedikit menjelaskan, mendengar kata Gus yang keluar dari bibir Asya, tentu Rafa merasa tak suka.
"Kalau gitu Rafa ke kamar dulu Umma." Pamitnya, meninggalkan Aisyah dan Asya.
"Ini Istri nya di tinggal Nak?" Panggil Aisyah melihat Rafa yang tiba-tiba seperti itu.
"Biarin masuk sendiri aja Umma." Teriak Rafa. Aisyah dan Asya saling melirik dan menggelengkan kepala merasa heran.
"Masss." Panggil Asya saat sudah berada di kamar. Namun Rafa enggan menjawab.
"Tadi katanya cari Aku, tapi kok malah ninggalin Aku sih" Asya menghampiri Rafa yang duduk di kursi sedang memainkan laptop.