"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tuan yang terlalu mulia atau aku yang terlalu hina, sampai kehadirankupun tak kau anggap ada.
_Sang perindu bulan_
🌙🌙🌙
"""
"Nak cepetan ke sini" Titah Aisyah. Rafa menurut langsung membawa Asya yang tergeletak di lantai untuk Ia baringkan di ranjang.
Setelah Asya di baringkan Aisyah terus mengelus lengannya."Kenapa Asya seperti ini nak? Umma sudah peringat kan Kamu agar bisa menjaganya" Aisyah sedikit kecewa, karena sesayang itu dirinya pada Asya. Ia seakan-akan bisa merasakan Anak perempuannya hidup kembali.
"Maaf Umma" Hanya kata itu yang bisa Rafa katakan. "Sekarang kamu siapkan mobil, Kita bawa Asya ke rumah sakit" Perintah Imran, Rafa langsung menurutinya.
Setelah tiba di rumah sakit Asya langsung diperiksa oleh Dokter di sana. Mereka menunggu Asya lumayan lama. Beberapa menit kemudian Dokter tersebut keluar dari ruangan.
"Bagaimana keadaan nya Dok?" Tanya Aisyah menghampiri Dokter.
"Asya hanya kelelahan dan untuk malam ini mungkin akan di rawat inap, besok baru boleh pulang" Jelas Dokter yang membuat Aisyah merasa lega.
"Bapak dan Ibu bisa melihat Asya sekarang. Saya akan menyiapkan beberapa vitamin dan obat untuk pasien. Permisi"
"Baik Dokter, terima kasih"
Aisyah langsung memasuki ruangan Asya di ikuti Imran dan Rafa. "Asya" Panggil Aisyah saat melihat Asya sudah sadarkan diri.
"Umma" Jawab Asya penglihatannya masih terasa samar. "Kamu baik-baik aja kan Nak?"
"Asya baik-baik aja kok Umma, tapi Asya kok tiba-tiba di rumah sakit?"
"Tadi Kamu pingsan dan Kita langsung bawa Kamu kesini" Asya mengingat kejadian kenapa dirinya bisa pingsan.
"Malam ini Kamu menginap di sini, jadi Rafa akan menemani Kamu" Jelas Aisyah menatap Rafa yang hanya terdiam.
"Gak usah Umma, Asya bisa hubungi Bunda dan Ayah" Tolak Asya merasa tak enak jika harus Rafa yang menjaganya.
"Umma belum kasih tahu orang Tuamu, takut mereka semakin hawatir dan Kamu juga hanya menginap satu hari. Besok sudah di perbolehkan pulang kembali."
Asya terdiam mencermati ucapan Aisyah , memang benar jika Andra dan Indah di beritahu bisa-bisa mereka berdua hawatir berlebihan pada dirinya. "Kalau gitu gak papa Asya sendiri juga"