"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
"Orang yang memahamimu itu jauh lebih berharga dari pada orang yang hanya sekedar mencintaimu"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"Sampai kapan Kamu akan mengharapkan semua hal yang tak mungkin tergapai?" Tanya kembali Zahira yang tentu membuat Fael terdiam. Apakah semua harapannya sudah musnah dan pernikahan ini harus di terima.
"""
Satu minggu sudah berlalu sekarang Asya dan Rafa sedang bersiap-siap untuk pergi ke acara pernikahan Fael dan Claudia.
Di depan cermin Asya menatap dirinya sendiri tak menyangka dengan semua ini. Apakah hari ini akan menjadi hari membahagiakan untuknya atau meratapi kesedihan. "Kamu sudah siap?" Tanya Rafa memegang kedua pundak Asya.
"Asya siap kok Mas" Jawabnya.
"Kalau gitu kita berangkat sekarang" Ajak Rafa kembali yang di anggukinya.
"""
Di acara pernikahannya, Fael dan Claudia duduk bersampingan menunggu para tamu. Fael menatap ke depan tak menyangka bahwa dirinya mengingkari janji pada Asya dan hari ini juga Fael akan menjadi milik orang lain.
"Sya Aku lebih baik meninggalkanmu selamanya dari pada dengan pernikahan ini akan menyakitimu" Ucap Fael dalam hati.
"Fael Kamu gak papa kan?" Tanya Liam karena Fael hanya diam. "Fael gak papa kok" Jawab Fael, sungguh ini penuh kebohongan Fael bahkan tidak sanggup dengan semua ini.