"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"""
"Saya tidak yaqin akan mencintaimu" Balas Rafa, Asya menghela napas panjang. "Yaudah deh, Asya bosen tanya Gus mulu. Asya mau handphone aja" Sebal Asya tetapi Rafa terus menatapnya . " Gus mana handphone Asya" pintanya kembali.
"Saya tidak akan kasih Kamu"Tegas Rafa memilih untuk merebahkan dirinya. Asya yang melihat itu sedikit emosi, tanpa sepatah katapun ia kembali ke sopa untuk merebahkan diri.
Melihat Asya sudah tertidur pulas Rafa berdiri lalu menghampirinya. "Kenapa Saya harus bertemu denganmu. Jika Kamu tidak hadir di sini, mungkin Zahira sudah menjadi milik Saya sekarang" Jelas Rafa sebelum kembali ke tempat tidurnya.
Tepat jam 03:00 Asya bangun lebih dulu untuk melaksanakan sholat tahajud. Ia perlahan-lahan berdiri dan berjalan melewati Rafa yang masih tertidur.
Rafa terbangun saat mendengar suara air di kamar mandi, tentu itu adalah Asya.Ia kemudian duduk di kasur sambil menunggu nya keluar.
Saat pintu terbuka Rafa segera berjalan ke depan pintu tanpa melihat apapun. "Astagfirullah" Kaget keduanya bersamaan.
"Kebiasaan deh Gus suka nongol tiba-tiba" Rafa sama sekali tak menanggapi ocehan Asya.
"Gus Asya bicara sama Gus loh"
"Saya tahu, tapi Saya sedang tidak mau berdebat denganmu" Ucap Rafa lalu pergi ke kamar mandi. Melihat hal itu Asya langsung memakai mukena dan segera melaksanakan sholat.
Setelah selesai dari kamar mandi, Rafa berjalan keluar, pendengarannya tidak sengaja mendengar suara Asya yang sedang mengaji. Ini sangat merdu dan indah. Ia sejenak mendengarkankan sebelum melaksanakan sholat.
"Shodakallahul adzim"
"Gus" panggil Asya saat mendapati Rafa baru saja selesai sholat.
"Ya"
"Besok boleh anterin Asya gak?" Pinta Asya memberanikan diri untuk mengatakan ini pada Rafa. "Saya ada urusan" Tolaknya tentu membuat Asya sedikit kecewa.
"Kalau gitu Asya boleh gak ajak Ustadz Zevan aja?" Tanya Asya kembali, Rafa yang semula membelakangi Asya kini menengok padanya.
"Kalian bukan mahrom jangan sampai berduaan di mobil"
"Terus Asya harus sama siapa. Ajak Gus tapi gak mau. Jadi Asya bingung"
Entah kenapa Rafa akhir-akhir ini selalu melarangnya berinteraksi dengan lawan jenis, tidak tahu karena apa tetapi ini membuat Asya sedikit aneh.