39 || Suatu yang di rayakan

26.2K 1.7K 2K
                                        

Happy reading
🩶

Happy reading🩶

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"""

و إني أتمنك حبا لا يعقبه فقد

"Dan sesungguhnya aku mengharapkanmu sebagai cinta yang tidak berakhir dengan kehilangan."

"""

Setelah mendengar keributan yang sangat jelas di rumahnya, Andra segera menghampiri suara tersebut. "Ada apa ini?" Tanya Andra. Pak Jaen melepaskan tangan lelaki yang berusaha masuk ke dalam rumah.

"Maaf Pak dia memaksa ingin masuk, padahal Saya sudah larang."

"Mau apa Kamu ke sini?" Tanya tegas Andra dengan tatapan tajam pada Fael yang berusaha untuk menemuinya.

"Saya mau membicarakan hal penting Om, tolong beri Saya kesempatan kali ini." Ucap Fael. Ia sengaja menemui Andra karena ada hal yang harus di bicarakan yang tentu ini sangat penting menurutnya.

"Saya tidak peduli. Kamu bisa tinggalkan rumah ini." Tegas Andra kembali lalu berjalan meninggalkan Fael, baru beberapa langkah. Fael tak punya pilihan selain mengeraskan suaranya. "Ini tentang Asya dan Om Derian Om."

Deg

Mendengar itu, Andra menoleh sembari menatap tegas Fael. Kenapa dia tiba-tiba membicarakan hal itu. "Om, Fael mohon. Ini demi Asya."Lirih Fael. Ia pasti tahu kedatangannya kesini tak di inginkan Andra. Tetapi semoga setelah Andra mendengar itu  bisa menerima Fael.

Dengan perasaan terpaksa Andra tak punya pilihan selain menerima Fael. "Kamu bisa masuk." Ucap Andra, Fael pun mengikuti langkah nya.

Andra sama sekali tak berniat membawa Fael ke dalam rumah. Hanya di depan halaman saja. Andra kemudian duduk, berbeda dengan Fael ia masih berdiri di belakang Andra.

Tanpa mengatakan apapun Andra melihat Fael lalu melirik kursi di depan, mengisyaratkan agar Fael duduk di hadapannya. Fael mengerti dan menurut.

Setelah Fael duduk, Andra kembali memalingkan wajahnya ke depan. "Apa yang akan Kamu katakan?" Tanya Andra tanpa menatap Fael.

"Maaf jika Fael lancang Om, Fael hanya meminta persetujuan Om untuk mengijinkan Fael menjaga Asya." Jelas Fael dengan penuh keraguan. Bagaimana tidak ini adalah kali pertama Fael bisa berbicara empat mata dengan Andra.

"Apa alasan Saya harus mengijinkan Kamu?" Tanya Andra. Fael meneguk ludahnya kasar. Dengan penuh percaya diri Fael mungkin harus menceritakan yang sebenarnya terjadi.

Antara Syurga dan Kasih (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang