"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
منيحبكلنيترككولوكنتشوكابينيديه
"Orang yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah meninggalkanmu sekalipun engkau menjadi duri di hadapannnya"
"""
Mereka berdua telah sampai di pesantren karena hanya membutuhkan waktu 5 menit dari rumah Rafa.
"Saya tidak mau orang-orang tahu, Saya akan turun duluan" Ucap Rafa turun dari mobil dan menghampiri satpam agar membawa mobilnya ke dalam.
"Eh Mbak Asya, Gus Rafa suruh Saya bawa mobil nya ke dalam untuk mengantar kan Mbak Asya" Ucap Pak Yanto.
"Iya bawa aja Pak" Jawab Asya.
Saat mobil sudah di depan ndalem Asya segera keluar dengan satpam yang membawa barang-barangnya. "Ini mau di taro di mana Mbak?" Tanya Yanto sambil membawa koper milik Asya.
"Simpan di situ saja pak biar nanti Asya yang beresin" Titahnya.
"Baik Mbak, kalau gitu Saya pamit"
"Asya" Panggil Aisyah.
"Ehh Umma"Jawab Asya lalu bersalaman dengan Aisyah.
"Biar Umma bantu bawa barang-barang Kamu ke dalem yah"Tawar Aisyah, karena tak tega melihat Asya yang belum sembuh total harus membawa barang-barang berat.
"Gak usah Umma, Asya bisa kok" Tolak Asya dengan perasaan tak enak.
"Gak papa, Kamu belum sembuh sepenuhnya. Jadi, untuk minggu ini Kamu tinggal di ndalem yah"
"Hah!" Kaget Asya mana mungkin Ia bisa tinggal di ndalem selama itu.
"Abi juga sudah setuju, kalau Kamu benar-benar sembuh baru bisa kembali ke asrama" Jelas Aisyah kembali. Walaupun semua orang belum mengetahui bahwa Asya sudah menjadi Istri Rafa, namun Ia juga harus menjaga menantu pertamanya.
"Tapi Umma, nanti orang-orang pada curiga"
"Insya Allah tidak akan Nak, satu hari kamu dan Rafa pergi. Orang-orang di pesantren mengetahui bahwa Kamu keluarga kita" Jelas Aisyah kepada Asya.
"Ayo masuk Nak, biar Umma bantu bawa" Aisyah membawa sebagian barang-barang lalu berjalan ke dalam yang di ikuti Asya. Asya kebingungan karena Aisyah menaiki tangga.