"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"""
Tegas Rafa mampu membuat Asya terdiam. Mungkinkah pernikahan ini adalah suatu kesalahan baginya.
Rafa berjalan ke depan cermin untuk menyisir rambut sama halnya dengan Asya Ia segera masuk ke kamar mandi.
Ternyata walaupun dia bisa memiliki Rafa namun tidak bisa memiliki secara utuh, hanya sebatas nama di surat nikah.
Setelah selesai Asya keluar dari kamar mandi yang sudah mendapati Rafa tertidur di sopa kamar.
"Kenapa Gus Rafa tidur di sopa yah?" Tanda tanya Asya pada diri sendiri tatkala melihat Rafa yang memilih tidur di sopa. Tak ingin bertanya Asya memilih untuk merebahkan dirinya.
Beberapa menit mereka tertidur Rafa sedikit terganggu dengan suara aneh yang Ia dengar. Rafa memberanikan dira bangun dari sopa untuk mencari sumber suara dan ternyata adalah Asya yang meringkuk kedinginan padahal dirinya sudah memakai selimut.
Rafa menatap Asya yang menggigil hebat, hendak Ia akan memegangnya namun pikiran terus meracau.
"Ngapain juga Aku bantu Dia, toh palingan kedinginan biasa"Rafa kemudian membelakangi Asya untuk kembali ke sopa namun suara Asya semakin kencang.
"Rafa kamu jangan peduli!"Ucap Rafa buru-buru meninggalkan Asya dan terbaring seperti semula.
Ia kini benar-benar tidak bisa tertidur lebih tepatnya sekarang Asya malah mengigau menyebut nama Bunda.
"Bunda.. Bundaa. Tolong Asya Bundaa"
Dengan berat hati Rafa menemui Asya kembali. "Asya" Panggil Rafa tanpa niat menyentuhnya.
"Asyara" Panggilnya kembali.
"Apa Aku periksa aja yah?" Lama bergelut dengan pikiran, Rafa memberanikan menyentuh kening Asya dan ternyata benar-benar panas. Ia tidak tahu apa yang harus di lakukan kalau saja ini bukan tengah malam mungkin Rafa akan berani membangunkan Indah.
"Asya bangun" Ucap Rafa kali ini Ia sedikit menggoyangkan pundak Asya.
"Asya bang-"Ucap Rafa terhenti tatkala Asya menarik tanggannya hingga membuat Ia terjatuh.
"Bunda Asya kedinginan Bunda tolong Asya" Racau Asya dengan muka sangat pucat. Rafa menatap nya sedikit tidak tega ia teringat Nafisah yang dulu pernah seperti Asya.
"Asya Saya Rafa bukan Bunda" Tegas Rafa mencoba menghindar.
"Bundaa Asya dingin"Kali ini Rafa benar-benar di buat bingung.