"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"""
"Entahlah, Saya tidak memikirkan prihal itu sekarang"
Mendengar jawaban Zevan Rafa hanya diam tidak berbicara kembali, kali ini Zevan menatap Rafa seperti ada hal yang ia sembunyikan.
"Apakah Gus punya hubungan dengan Asyara?" tanya Zevan tentu membuat Rafa terkejut.
"Emm tidak Saya tidak punya hubungan dengan siapapun" Jawab Rafa.
"Bagaimana dengan Ustadzah Zahira?" Tanya Zevan kembali, karena dua minggu ini Rafa tidak bercerita tentang hal itu.
"Saya masih bingung, untuk saat ini hanya ingin pokus untuk pesantren" Padahal dalam hati Rafa banyak sekali kebingungan yang ada dalam dirinya.
"""
Hari ini Zahira kembali pulang ke rumah, Zahira memang bukan terlahir dari keluarga paham agama. Ayah nya saja pemilik perusahaan yang lumayan terkenal di kota ini. Namun karena orang tuanya bercerai Zahira ikut bersama Ibu nya, dan di masukan pesantren saat pertengahan kuliah. Ibu Zahira adalah Zelina ia sangat hawatir kalau putri satu-satunya harus ikut bersama sang Ayah.
"Ibu, besok Zahira izin menemui Ayah boleh?" Tanya Zahira, setelah bercerai memang Zelina sangat melarang Zahira bertemu ayahnya yaitu Derian, karena tau bagaimana sifat Derian.
"Ibu tidak mau Kamu ketemu lagi dengan Ayahmu"Tegas Zelina tanpa menatap Zahira.
"Kemarin Ayah sakit aku gak jenguk, masa sekarang Aku gak boleh ketemu Ayah lagi bu" Pinta Zahira kembali, bagaimanapun Derian adalah Ayahnya.
"Kalau gitu Ibu hanya izinin Kamu sehari kesana"Dengan terpaksa Zelina mengizinkan Zahira.
"Makasih Ibu, Zahira janji akan jaga diri baik-baik." Ia langsung memeluk Zelina karena ini adalah momen pertama Zelina mengizinkan Zahira bertemu Derian.
"Janji yah, kalau ada apa-apa langsung hubungi Ibu" Pinta Zelina kembali.
"Iya, Zahira janji"
"""
Dengan hati sedikit gundah Zahira memberanikan diri untuk menemui Derian. Saat tiba di rumah yang begitu besar di sana juga sangat banyak orang yang menjaga rumah ini.
"Maaf siapa Anda?"Tanya salah satu penjaga pada Zahira yang hendak masuk.
"Saya Zahira putri dari bapak Derian"Jawab Zahira, penjaga tersebut langsung menunduk seraya meminta maaf. "Maaf kan Saya Nona, sekarang Nona bisa masuk. Tuan sangat menunggu kedatangan Putri semata wayang nya"