"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"""
Melihat Aisyah yang kelihatan kaget Imran langsung melihatnya. "Ada apa Um-" Ucap Imran terhenti tatkala melihat apa yang membuat Aisyah shok.
"Rafa!" Tegas Imran tentu membuat Rafa sedikit terusik dan perlahan membuka matanya.
"Abi, Umma ada apa? Tumben ada di kamar Rafa" Tanya Rafa samar-samar. Imran merasa geram lalu menunjuk sesuatu di belakang Rafa.
"Apa yang sudah kalian lakukan Rafa!" Rafa sontak membalikkan badan kaget benar-benar membuat nya sok "Astagfirullah" Ucap Rafa segera menjauh dari kasur.
Asya yang mendengar kebisingan di telinganya perlahan mengerjapkan mata. "Emmmm rame bener deh ada apaan sih" Asya membuka mata dan "Umma,Abi?" Tanya Asya namun matanya salah pokus pada Rafa yang terduduk di lantai.
"Ko pada di si-" Ucap Asya terhenti ketika ia menyadari bahwa ini bukan tempat tidurnya. Asya melihat ke arah cermin tentu ia hanya mengenakan pakaian tidur bisa di sebut terlalu minim. Asya kaget segera mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya "Astagfirullah"
"Abi tanya apa yang kalian sudah lakukan" Tanya Imran kesabarannya kini sudah di atas rata-rata.
"Bi sabar, biar mereka tenang dan bisa menjelaskan" Tutur Aisyah sedikit menenangkan Imran yang sudah di lumuri emosi.
"Rafa gak ngelakuin apa-apa Abi, Rafa gatau dia ada di sini" Jawab Rafa melirik Asya sekilas dan segera memalingkan wajahnya. Asya hanya terdiam membisu bingung apa yang harus Ia katakan. Sungguh dalam keadaan panik Asya tak bisa berkata sepatah kata pun.
"Apapun alasannya kalian akan Abi nikahkan! Abi tidak tahu bahkan kalian berdua pun tidak sadar apa yang kalian lakukan"Ucap Imran meninggalkan ruangan tersebut.
"Nak Asya segera kembali ke kamar" Perintah Aisyah sebelum menyusul Imran.
"Kenapa kamu diam hah!" Tanya Rafa ketika Asya hendak turun dari ranjang tidurnya.
"Jawab Asyara Ellena Zannetta!" Tegas Rafa malah membuat Asya semakin terdiam dan sedikit meneteskan air mata. Ini pertama kali Dia di bentak dalam hidupnya.
"Brengsek!"Ucap Rafa meninggalkan Asya.
Asya memandang Rafa yang berjalan menuju kamar mandi sembari tangan memijat pelipisnya.
"Asya apa yang Kamu lakuin" Ucap Asya pada dirinya sebelum berlari menuju kamarnya.