"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
لاتقلق،لاأحديستطيعأنيحلمحل مكنتكفيقلبي.
"Tenang saja, tidak ada yang dapat menggantikan posisimu di hatiku."
***
(1,50k votes 3k comen)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"Buk, ada yang bisa Saya bantu." Tanya pekerja. Asya sama sekali tak menjawab. Dadanya benar-benar sesak. Saat orang itu ingin melihat ke arahnya. Tiba-tiba ada seseorang yang menarik Asya.
"Ra" Panggil Fael. Ia tak bisa melihat Asya sakit hati. Ini akan membuat Asya dan kandungannya lemah.
"Fael" Ucap Asya sembari mengusap air mata yang keluar tanpa disadari.
"Kamu gak papa kan, Aku ada di sini." Fael mencoba menenangkan.
"Dia tidak berubah, Ini alasan Aku belum siap memberitahu anak ini padanya."
"Kamu tenang yah, kita ke mobil sekarang."
"Aku harus bayar dulu kontrol kandungan"
"Aku udah bayarin, untuk pengecekan hari ini sampai Kamu melahirkan nanti Aku sudah siapin, dan bayarin pasilitasnya."
Asya di buat tak menyangka dengan tindakan Fael. Bahkan Asya belum berpikir ke sana. Tetapi Fael sangat sigap tentang apapun yang bersangkutan dengan dirinya. "Apa ini tidak terlalu berlebihan?"
"Tentu tidak Ra, sekarang kita ke mobil yah. Aku takut mereka mengetahui kita disini dan menjadi masalah untuk Kamu."
Asya mengangguk lalu mengikuti Fael. Setelah berada dalam mobil, hal pertama yang Fael lakukan adalah memberi Asya minum. Mungkin akan mengurangi rasa kepanikannya. "Makasih Fael"