54 || Manusia sempurna

12.9K 787 273
                                        

Happy reading
🩶

Happy reading🩶

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"""

Aku usahaian up buat kalian yang udah usahain votes dan coment dan makasih udah setia di sebelum akhir cerita hihi

"Mama" Ucap lelaki tersebut. Tentu membuat semua orang menatapnya, terutama Hazel yang langsung membalikan badan.

Alvano menatap Hazel lekat sambil menahan tangisnya. "Ma A-ku fellian" Terus terang Alvano.

Hazel dan Liam tak bisa berkata dengan apa yang Alvano jelaskan. Alvano kemudian berjalan untuk mendekati kedua orang tuanya sembari sedikit menarik bajunya ke atas memperlihatkan tanda hitam.

"Setelah melihat ini apakah Mama dan Papa akan mengenaliku?" Tanya Alvano. Hazel menutup mulutnya tak menyangka sebelum menghampiri Alvano.

"Fellian" Ucap Hazel sedikit bergetar sambil menatap Alvano lekat.

"Aku Fellian Mah" Lirih Alvano kembali. Tanpa menjelaskan apapun Hazel langsung memeluk Alvano seiring isak tangisnya.

"Mama udah lama nyariin Kamu kenapa Kamu mengakui ini sekarang nak? Mama selalu menghawatirkan mu" Lirih Hazel kemudian melepaskan pelukannya.

"Sebenarnya"

Flashback On

Tanpa menjelaskan apapun Fael memberikan handphonenya. Tentu membuat Alvano kembali merasa keheranan.

"Maksud Lo nunjukin poto anak kembar ini apa?" Tanya Alvano kebingungan.

"Ternyata selama ini Lo Kaka kandung Gua, Gua sembunyikan ini agar pirasat Gua gak salah orang dan bisa mastiin semuanya sendiri" Jelas Fael, Alvano masih menatap poto tersebut tak menyangka. ternyata poto bayi ini mirip dengan poto yang terpajang dirumahnya.

"Apakah selama ini Ayah memperlakukanku seperti ini karena Aku bukan anak kandungannya" Ucap Alvano dalam hati. Semasa hidupnya Ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah. Ia selalu di kekang oleh Ayah nya sendiri.

"Gua gak tau Lo mau percaya apa engga, Gua selama ini udah anggap Lo sebagai Kaka sendiri dan ternyata Lo emang Kaka kandung Gua" Jelas Fael. Alvano kemudian memberi handphone tersebut.

"Kenapa Lo baru bilang sekarang jika ini benar?" Tanya Alvano memastikan.

"Gua pernah denger pembicaraan Lo dan Ayah Lo waktu di cafe dan itu membuat Gua gak yaqin. Tapi satu hari sebelum Gua menikah Gua yaqin kembali bahwa Lo emang kaka kandung Gua" Jelas Fael.

Antara Syurga dan Kasih (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang