"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
منالأفضلأنتحبولاتملك منأنتملكولاتحب
"Lebih baik mencintai tapi tidak memiliki, dari pada memiliki tapi tidak di cintai."
"""
"Aku mengetahui semua tentangmu Ra, bahkan setelah Kamu menikah pun."
"Bagaimana Kamu tahu tentang persoalan ini?"
"Sebenarnya Zahira itu sepupuku." Jelas Fael, Asya di buat kaget setelah mengetahui hal itu. Bahkan selama mereka menjalin hubungan, Fael tidak pernah menceritakan tentang Zahira.
"Bagaimana bisa? Kamu belum pernah menceritakan apapun." Fael sedikit tersadar, mana mungkin Asya bisa ingat. Selain dia belum pernah memberitahu. Zahira juga merupakan orang yang sangat privasi.
"Kamu inget waktu Kita di bali, saat Aku lagi video call dengan seorang perempuan." Tanya Fael, mungkin Asya akan mengingat itu.
"Aku inget." Jawab Asya.
Flashback on
Di sore hari Asya dan Fael sedang menikmati acara study tour di sekolahnya. "Sayang Kamu lagi ngapain?" Tanya Asya menghampiri Fael.
"Aku lagi video call sama Sepupu Ku, Sini Aku tunjukin ke Kamu." Fael membawa Asya agar duduk di sebelahnya.
"Siapa Fael?" Tanya seseorang di sebrang sana. "Ini Ara pacar Aku." Jawab Fael sedikit melirik Asya, lalu kembali menatap handphone nya.
"Hallo kak, Aku Asyara." Asya tersenyum sambil melambaikan tangan. Sosok perempuan di sebrang sana tersenyum sembari melambaikan tangan juga.
"Hai, Ara nama aku Athaya."
"Wah nama kakanya bagus ." Puji Asya, perempuan di sana tersenyum saat menerima pujian itu.
"Emm Ara tolong jagain Fael yah, soalnya Dia suka hilang." Canda Zahira Athaya sedikit cengengesan.
"Tentu Kak, Aku bakalan jaga Fael hehe."
"Kalian berdua! Asya Fael cepetan kembali ke sini!" Tegas seorang Guru. Mereka berdua saling tatap bersamaan. "Kak, Fael matiin dulu yah."