"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"""
Asya mendengar alarm lalu membuka matanya, ia merasakan ada hal yang aneh. Bukankah semalam tidur di sopa kenapa bangun-bangun bisa di tempat tidur. Hendak akan bangun tapi tubuhnya terasa berat, Asya membuka selimut dan lagi-lagi di buat shok ternyata Rafa sedang tertidur sambil memeluk Asya erat.
Jangan tanya keadaan Asya sekarang, panik dan bahagia tercampur aduk. Ia perlahan-lahan sedikit menggeser Rafa agar tidak menumpu pada tubuhnya. Namun Rafa malah semakin mengeratkan pelukan.
Dalam keadaan seperti ini Asya tidak berani membangunkan Rafa, namun tiba-tiba Rafa sedikit terusik, karena tidak mau ketahuan Asya berpura-pura tidur seakan-akan tidak mengetahui apapun.
"Emm jam berapa ini" Ucapnya sembari melirik jam dingding. Ternyata jam sudah menunjukan pukul 03:00. Rafa melihat Asya yang masih tertidur pulas. Karena lelah dan juga masih merasa ngantuk Rafa memilih melanjutkan tidur untuk beberapa menit lagi. Kali ini Rafa membawa Asya ke dalam dekapannya.
Asya panik sepanik paniknya. Tidak tahu apa yang harus di lakukan, Asya pun memberanikan diri untuk memundurkan bahu Rafa.
"Ada apa Sya?" Tanya Rafa yang menyadari itu. Asya di buat melongo lalu menatap Rafa.
"Emm A- Asya ma- mau ke kamar mandi Gus" Jawab Asya terbata-bata, mendengar itu Rafa membuka matanya lalu menatap Asya.
"Yaqin mau ke kamar mandi atau kamu gugup karena dekat Saya?" Usil Rafa, lihatlah sekarang pipi Asya sudah memerah. Sungguh malu benar-benar malu Asya tak berani berkata apapun tetapi tiba-tiba Rafa berdiri lalu menggendong Asya ala bridal style ke kamar mandi.
"Gus" panggil Asya.
"Saya tidak akan apa-apa kan Kamu" jawab Rafa. Ia hanya mengantarkannya ke depan pintu kamar mandi. "Tadi Kamu bilang mau ke kamar mandi, jadi Saya antar biar gak lama" Ucap Rafa lalu pergi meninggalkan Asya.
"""
Pagi hari ini Asya memasak sayur sop kesukaannya yang juga merupakan kesukaan Rafa. Ia benar-benar telaten memasak, karena Indah dan Andra ada acara mendadak jadi tidak sempat menyiapkan makanan.
Saat Asya sedang mencicipi sop tersebut tiba-tiba ada tangan yang melingkar di perutnya. Tentu sangat membuat Asya panik. Rafa memeluk Asya dari belakang juga menumpu dagu pada pundaknya.
"Lagi masak apa?" Tanya Rafa, memang dari semalam hingga subuh tadi Rafa benar-benar berubah.
"Masak sop Gus"Jawab Asya gugup. Rafa yang menyadari kegugupan Asya langsung mengambil sendok lalu mencicipi makanan tersebut.
"Enak" Ucapnya. Ada sedikit senyuman yang terukir di bibir Asya.
"Gus mau makan sekarang?" Tanya Asya masih dengan keadaan gugup, bagaimana tidak gugup tangan Rafa saja masih melingkar di perutnya.
"Boleh, kita makan bareng-bareng yah" Jawab Rafa, lalu membawa satu piring. "Kamu duduk saja" Titah Rafa kembali pada Asya.
Setelah Asya duduk Rafa mengambil sayur lalu ikut duduk di pinggir Asya. Asya menatap heran bukankah tadi Rafa menawarkan makan bareng tapi kenapa ia hanya mengambil untuknya. Melihat itu Asya berdiri untuk mengambil makan namun Rafa langsung memegang tangannya.
"Mau kemana?"
Asya menatap Rafa sebal "Mau ngambil makan Gus" Rafa memegang lengan Asya untuk duduk kembali. "Kita makan berdua Sya" Tentu Asya dibuat cengong karena tidak terpikir sebelumnya akan satu piring berdua.
"Sekarang baca do'a" Mereka berdua berdo'a lalu Rafa memakan makanan tersebut bergantian dengan Asya yang ia suapi.
"Gus, Asya kenyang" Ia menahan satu suapan terakhir dari Rafa. "Ini sendok terakhir loh" Karena tak ada pilihan Asya memakan nya.
"Makanannya enak, Saya suka" Puji Rafa Asya yang melihat itu menahan tawa, dulu saja tidak mengakui bahwa makanannya enak.
"Itu makanan kesukaan Asya Gus"
"Saya tahu" Jawab Rafa, lalu mengambil piring tersebut untuk ia cuci tetapi Asya segera melarangnya. "Gus biar Asya saja"
"Tidak, Kamu sudah memasak biarkan ini Saya yang kerjakan" Jawab Rafa. Lagian di wastapel tidak terlalu banyak piring kotor.
"""
Di siang hari Rafa duduk di balkon kamar Asya, ia hanya mematangkan pikirannya. Berat memang harus pura-pura sepeduli itu pada Asya karena di dalam pikirannya masih ada Zahira. Namun ia juga tidak mungkin membuat Asya sakit hati oleh dirinya terus menerus , maka dari itu Rafa belajar untuk bersikap baik, satu bulan bersama Asya ternyata tidak mampu menghilangkan pikirannya pada Zahira.
Sangat terasa tenang Rafa duduk sambil menatap langit. Cuaca nya tidak begitu panas juga sangat adem. Ia seperti mendengar suara air. Tapi bukankah Asya tidak ada di kamar dan suara ini juga bukan dari kamar Asya. Rafa berdiri dan melihat ke bawah ternyata Asya sedang berenang di kolam yang lumayan besar di rumahnya.Rafa melihat itu di buat shok. Yah walaupun pakaian Asya tidak terlalu terbuka tapi bagaimana jika ada laki-laki yang melihatnya.
Dengan tergesa-gesa Rafa sedikit berlari untuk menghampiri Asya.Berbeda dengan Asya dirinya benar-benar santai seperti tak ada apapun. "Asya" panggil Rafa. Tetapi Asya sama sekali tidak mendengarnya.
"Asya" panggil Rafa kembali kali ini ia sedikit mengeraskan suaranya tentu membuat Asya yang berada di tengah-tengah kolam melirik sumber suara tersebut.
"Ada apa Gus?" Tanya Asya.
"Sudahi renang nya, lihat pakaian mu kalau ada lelaki yang melihat bagaimana"
Asya heran, karena pakaian Asya tak terlalu terbuka tapi mengapa Rafa segitunya. "Asya masih mau renang Gus" Bantah Asya, karena di pesantren Asya benar-benar tidak bisa berenang sekalipun tidak.
"Asya, Saya ini Suami Kamu. Apakah Kamu tidak akan mematuhi perintah Saya." Tegas Rafa. Asya melihat Rafa yang sangat hawatir dan sedikit emosi. Ia juga merasa aneh Rafa menyadari perannya sebagai Suami.
"Asya kesana Gus"
Tak mau panjang lebar Asya berenang menghampiri Rafa namun tiba-tiba ia merasakan keram di kakinya tentu membuat Asya tidak bisa menyeimbangkan badan.
"Uhh, Gus tolong Asya. Kaki Asya keram" Teriak Asya ia kehilangan keseimbangan.
............
Hallo guys segini dulu yah, Jangan lupa tinggalin jejak Kalian, vote dan coment karena itu sangat berharga bagi penulis🫶