27 || Siapa pemilik hati ini

37.7K 2.2K 2.2K
                                        

Happy reading
🩶

من يحبك يرى فيك جمالا لم تراه أنت في نفسك

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

من يحبك يرى فيك جمالا لم تراه أنت في نفسك.

"Orang yang mencintaimu, melihat sebuah keindahan pada dirimu yang kau sendiri tidak pernah melihatnya"

"""

Setelah selesai makan Rafa langsung mengajak Asya kembali ke villa. Mareka berdua tidur bersama di kasur.

"Mulai hari ini Kamu panggil Saya Mas boleh?" Tanya Rafa pada Asya. Padahal kemarin ia sudah menyuruh, namun Asya tetap saja memanggilnya Gus. "Kadang Asya suka lupa hehe, mulai sekarang Asya panggil Mas deh."

"Baiklah." Rafa langsung membawa Asya untuk ia dekap.

"""

Pagi ini Asya sedang memasak makanan kesukaan suaminya di villa, karena di sini juga sudah ada bahan-bahan yang di butuhkan.

"Kek nya kurang garam deh."  Dirasa tak sesuai dengan lidahnya. Ia mengambil sedikit garam lalu menambahkannya.

"Sayangg." Ucap seseorang yaitu Rafa tiba-tiba memeluk Asya dari belakang tentu membuatnya sedikit kaget.

"Mass, ada apa?" Tanya Asya masih senantiasa mengaduk sayur sop tersebut. "Mas kangenn." Jelasnya lalu mengendus bau Asya yang membuat dirinya nyaman.

"Kan baru di tinggal sebentar, masa udah kangen."

"Kayaknya Mas gak bisa deh jauh-jauh dari Kamu."Rafa semakin mengeratkan pelukan pada perut Asya. "Mas ada-ada ajadeh, emm Aku udah masakin kesukaan Mas loh." Ucap Asya langsung membalikan badan lalu menatap Rafa.

"Mas tau sayangg, kalau gitu kita makan yuk." Ajak Rafa, Asya mengangguk sebagai persetujuan lalu menyiapkan makanan tersebut.

Rafa menunggu di meja makan sambil memandang Asya. "Ternyata Kamu memang berlian Sayang, sepertinya Aku beruntung bisa memilikimu." Ucapnya dalam hati.

Asya menghampiri Rafa lalu mengambil nasi dan sayur untuknya. "Siang ini Kamu mau ke butik?" Tanya Rafa.

"Kayanya iyadeh, kalau Mas mau disini gak papa, biar Asya saja sendiri."

"Enggak biar Mas anterin saja, tadi pagi Ustadz Zevan menghubungi. Katanya perlombaan akan lebih cepat. Jadi kita harus ke pesantren sore ini."

Antara Syurga dan Kasih (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang