"Asyara peduli karena Asya hawatir Gus! Asya sayang sama Gus" Jelas Asya dirinya seakan-akan menjatuhkan harga diri di depan suaminya.
"Kamu hanya buang-buang waktu karena mencintai seseorang yang di hatinya sudah ada perempuan lain!" Ucap Gus Rafa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
انتظارالشخصالمناسبأفضلمنقضاءالوقتمعالشخصصالخطا
"Menunggu orang yang tepat itu lebih baik, dari pada menghabiskan waktu dengan orang yang salah."
"""
(Bakalan up kalau udah 1,50 Votes dan 3k Coment)
***
"Gua gak kenal sih" Ucap Anya matanya masih tertuju pada satu lembar poto yang masih tersimpan di atas meja.
"Gua juga engga, emang lo ketemu di mana?" Walaupun poto ini tak asing tetapi ia memilih tak tahu tentang poto itu.
"Gua nemu poto ini ada di depan kamar Ayah sama Bunda" Ucap Claudia, tadi pagi setelah dirinya diberitahu akan di jodohkan dengan lelaki semasa kecil, Claudia melihat sebuah poto di depan kamar Orang Tuanya.
"Lo punya saran lagi gak?" Tanya Asya pelan yang di balas gelengan oleh Anya.
"Yang buat Gua bingung itu karena Gua pasti di nikahin secepat mungkin" Ucap Claudia lesu karena sedikitpun tidak punya pilihan, siap atau tidaknya perjodohan harus diterima.
"Wah, seharusnya sih Lo pikir-pikir sih. Karena nikah gak saling suka tuh bener-bener nguras energi banget" Jelas Asya, Ia berani mengatakan ini karena sebuah pengalamannya sendiri.
"Nikah tuh sekali seumur hidup kan? Nah pastiin Lo nikah dengan orang yang tepat. Kata Gua mah yah mending nikah sama orang yang mencintai Lo dari pada orang yang Lo cintai tapi gak cinta balik"
Mendengar perkataan Anya Asya mengingat kisah perjalanan hidupnya. Ternyata sekarang Asya merasakan bagaimana konsekuensi sebab menikahi lelaki yang di cintai tetapi tidak memiliki cinta yang sama. Apalagi Rafa masih terikat dengan masalalu.
Claudia menatap Asya yang hanya terdiam setelah mendengar ucapan Anya, dengan sigap Claudia menepuk bahunya. "Santai aja kali Sya, dia gak maksud sindir Lo"
Anya yang tak sadar segera melirik mereka bergantian. "Apaan. Emang ucapan Gua salah?"
"Kurang tepat Lo bilangnya."
"Yaelah, Gua gak maksud Sya. Maafin sumpah maafin Gua" Ucap Anya yang menyadari ucapannya ternyata mampu membuat Asya terdiam.
"Gua gak papa. Yah cuman ternyata ucapan Lo bener juga" Asya menatap Anya lalu kembali menatap Claudia.